Jumat, 29 Juni 2012

"PENUHI PANGGILANMU!!!" (2 Korintus 11:16-17)

Minggu V Setelah Trinitatis: Ke- Tritunggalan  Allah (Hasitolusaon ni Debata)

      Banyak orang memiliki pengertian yang keliru tentang pelayanan. Tidak sedikit orang memahami bahwa pelayanan itu adalah bagian dari orang-orang yang dikhususkan seperti Pendeta, Penginjil, Penatua, dll. Dengan demikian ada banyak orang tidak memberikan perhatian kepada pelayanan karena merasa ia adalah jemaat biasa. Padahal setiap orang percaya adalah pelayan Tuhan. Kalau kita lihat Asal mula dosa ialah kemegahan terhadap diri sendiri, sebagaimana Hawa yang ingin sama dengan Penciptanya (Allah) Kej. 3. Sifat seperti itulah yang terbawabawa manusia sampai saat ini, manusia sudah banyak yang memegahkan diri sendiri, padahal apa yang dia miliki adalah Karunia Allah pada dirinya. Paulus mengatakan dirinya adalah Rasul, bukan atas kehendaknya sendiri, tetapi atas pilihan Allah. Memang yang dikatakan rasul adalah orang yang merintis (Mendirikan) jemaat itu. Tetapi dengan latarbelakang jemaat Korintus bukanlah atas pelayanan Paulus, tetapi Paulus menindaklanjuti pelayanan yang telah ada. Itulah sebabnya suatu pergumulan besar buat Paulus untuk menjaga kerohanian jemaat Korintus, agar tidak terpengaruh kepada ajaran-ajaran sesat dari rasul-rasul palsu yang datang untuk memegahkan diri mereka, sehingga menyombongkan diri. Menurut dari perkataan Paulus di 2 Kor. 10:17 “ Sebab barang siapa bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan”. Karena itu tidak baik seseorang itu bermegah kalau hanya untuk meninggikan dirinya sendiri, sebab Tuhan tidak menyukai hal seperti itu. Orang yang bermegah adalah keinginan daging tetapi bukan keinginan Kristus. Tuhan tidak suka kepada orang yang bermegah diri. Kalaupun ia mau bermegah baiklah bermegah di dalam Tuhan. Beberapa hal yang perlu kita ingat dalam hidup kita sebagai Hamba Tuhan:
1.Status Kerasulan Paulus adalah Karunia Allah (Kis.9), demikian dengan status keberadaan kita menjadi berharga karena Kasih Karunia Allah. Paulus menekankan kepada jemaat Korintus, dengan tegas bahwa janganlah kiranya ada menganggap dia bodoh. Karena Paulus adalah Rasul Tuhan. Kalau jemaat Korintus boleh menerima rasul palsu itu, paulus juga mau diterima dengan dianggap bodoh, tetapi disamping kebodohan yang mereka anggap, paulus dapat bermegah. Memegahkan diri adalah suatu kebodohan, tetapi Paulus harus berbuat demikian agar mereka tetap menerima Paulus sebagai orang bodoh, dengan demikian Injil Kristus tetap terpelihara dalam jemaat Korintus. Karena itu kita sebagai Hamba Tuhan, kita harus sadar, kalau kita boleh seperti saat ini, janganlah kita bangga dengan diri kita, karena itu semua kita peroleh dari kasih Karunia Allah, patutlah kita mensyukurinya dengan melakukan tanggung jawab kita sebagai seorang Pelayan di tengah-tengah Gereja dan lingkungan agar jemaat kita tidak terpengaruh dengan ajaran-ajaran lain (sesat).
2.  Bermegah di dalam Tuhan. Sikap memegahkan diri bukanlah berasal dari Kristus, karena hal itu tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Sifat itu berasal dari kehendak duniawi dan kehendak daging. Sifat memegahkan diri tidak sesuai dengan teladan Kristus yang telah merendakan diri-Nya (Flp 2:5-8). Dan bagi Paulus, hal itu juga tidaklah biasa karena ia juga telah disalibkan bagi dunia (Gal 6:14). Tuhan Yesus tidak memegahkan diri-Nya, dan Roh-Nya pun tidak pernah memimpin orang-orang untuk memegahkan diri sendiri. Oleh  karena keadaan jemaat di Korintus dan para rasul palsu di dalam jemaat itu, Paulus terpaksa memegahkan diri untuk membela kebenaran. Paulus menuliskan itu bukan berarti tulisanya tidak di Ilhamkan Tuhan. Hanya perkataan itu tidak berhubungan dengan ilham dari Tuhan. Memegahkan diri sendiri sebenarnya bukanlah suatu hal yang menyenangkan bagi Paulus yang suka mencari pujian dari manusia. Dalam keadaan demikian dia dengan keadaan terpaksa memegahkan diri sendiri untuk membela kebenaran dan menutup mulut para rasul palsu itu. Setiap orang yang sudah ditebus didalam darah Kristus adalah orang-orang yang sudah dimerdekakan dari dosa (Gal.5:1). Namun kemerdekaan yang Tuhan berikan itu bukan untuk bebas melakukan apa saja. Tetapi kebebasan yang kita miliki kita menghambakan diri kepada Kristus (1 Kor. 7:22). Jadi apapun profesi kita, kita adalah Hamba Kristus. Artinya kita harus melakukan apa yang Tuhan kehendaki dalam setiap pekerjaan kita. Jadi jangan hanya memikirkan keuntungan bagi diri sendiri, tetapi pikirkan rencana Tuhan yang harus terpenuhi dalam diri kita, sehingga kita tidak boleh bermegah dengan yang kita miliki sekarang, karena itu adalah Karunia Tuhan. 
Diskusi:
1.     Apa yang membuat orang, sering memegahkan diri (sombong). (aha do mambahen jolma jotjot madabu tu Ginjang ni roha)?
2.     Apa yang harus kita lakukan agar tidak memegahkan diri (sombong)? (Aha do naboi bahenonta, asa unang madabu hita tu ginjang ni roha)?

Kamis, 14 Juni 2012

“Jangan Panik“ (Markus 4 : 35 – 41)


Epistel Minggu ke III Setelah Trinitatis

Dalam kehidupan sering kali kita diperhadapkan pada persoalan atau masalah dan realita yang tidak dapat kita pahami sehingga ada kalanya hidup jadi tidak menentu dan kita mulai kehilangan pegangan dan pengharapan. Sebenarnya hal itu tidak perlu terjadi. Nats ini mengajarkan apa arti pengharapan bagi orang percaya. Jika saja kita menyadari keberadaan kita dan siapa Allah yang kita percayaai maka seburuk apapun persoalan atau masalah yang kita alami dan segelap apapun kabut yang ada didepan kita, harapan itu selalu ada. Jadi sebenarnya berakhir atau tidaknya sebuah harapan adalah tergantung pada diri kita sendiri. Bagaimana agar kita tidak menjadi panik dalam menghadapi persoalan atau masalah ada tiga hal yang harus kita sadari, yaitu :
1.       IKUT TUHAN YESUS BUKAN TANPA MASALAH ATAU PERSOALAN. Ketika perahu yang ditumpangi oleh Tuhan Yesus dan para muridNya dilanda angin ribut dan gelombang yang sangat dahsyat, murid-muridNya menjadi kalang kabut / panik sehingga mereka merasa akan binasa. Berbeda dengan Tuhan Yesus, angin ribut dan gelombang itu tidak mempengaruhiNya sehingga Yesus tetap bisa tidur ditengah-tengah kondisi yang diancam oleh gelombang yang dahsyat.  Jadi bagaimana kita menyikapi masalah atau persoalan yang ada? Kita harus menyadari bahwa rencana Tuhan dalam hidup kita bukan berarti harus menyingkirkan masalah atau pergumulan seperti angin ribut dan gelombang, tetapi masalah dan pergumulan hidup tidak punya hak untuk menggagalkan rencana Tuhan dalam kehidupan kita. Untuk itu jangan lari dari masalah atau persoalan tetapi tetaplah melangkah. Seperti yang dikatakan dalam nats ini “Marilah kita bertolak kesebrang” ay.35. Tempat kita “di sebrang”  bukan diangin ribut dan gelombang yang dahsyat. Karena itu jangan panik!
2.       LIBATKAN TUHAN YESUS DALAM MASALAH ATAU PERGUMULAN ANDA. Jangan sekali-kali berlayar dalam mengharungi lautan dalam kehidupan anda dengan kekuatan sendiri.  Sebab kemampuan anda dalam mengendalikan perahu kehidupan anda tidak akan pernah memadai / mampu ketika angin ribut dan gelombang dahsyat menerpa seperti penderitaan karena penyakit atau pergumulan apapun yang mau tidak mau pasti datang dalam kehidupan kita. Sertakan Tuhan Yesus dalam perjalanan itu sehingga anda dapat menghadapinya ketika persoalan atau masalah itu anda jalani (ay. 36). Karena perjalanan dalam kehidupan kita tidak akan pernah bebas dari masalah atau persoalan, maka kita sangat membutuhkan kehadiran Yesus didalamnya sehingga kita tidak perlu panik ketika masalah datang. Selain itu berilah kesempatan bagi Tuhan Yesus untuk berbuat sesuatu ketika masalah dan pergumulan datang. Jangan biarkan Tuhan Yesus berdiam diri karena hanya Tuhan Yesuslah yang mampu membuat kita dapat mengatasi masalah atau persoalan itu sehingga kita tidak perlu panik karena kuasa Tuhan Yesus yang memampukan kita.
3.       JANGAN TAKUT TETAPI PERCAYALAH KEPADA TUHAN YESUS. (Ay.40). Sebagai anak-anakNya kita harus tetap percaya dan mengandalkan harapan pada Pribadi yang maha kuasa dalam kehidupan kita yaitu kepada Tuhan Yesus. Dalam melaksanakan perintahNya kita perlu memiliki keyakinan. Adakalanya perintah Tuhan tidak sesuai dengan akal kita, sehingga seringkali kita cendrung untuk mencari jalan keluar sendiri. Tanpa percaya mustahil kita akan menemukan jawaban Tuhan.  Kita mesti belajar untuk bertindak bukan berdasarkan apa yang kita anggap benar, tetapi berdasarkan apa yang dianggap Allah benar. Cara berpikir kita harus kita selaraskan dengan cara berpikir Allah sehingga sikap kita pun akhirnya akan berubah sesuai dengan kehendak Allah. Dengan demikian sebagai anak-anak Allah maka kita tidak perlu panik apapun yang terjadi dalam kehidupan kita.

Lukas 1:37 “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."
“Ai ndang adong na so tarpatupa Debat”

Kamis, 31 Mei 2012

“ALLAH TETAP SETIA MENDENGARKAN DOA DAN PERMOHONAN ORANG YANG PERCAYA" Kis 1: 15-26

Minggu Exaudi : Dengarlah, Tuhan, seruan yang kusampaikan.

Sama halnya dengan injil Lukkas, Buku Kisah Para rasul dipersembahkan kepada seorang yang bernama Theopilus (Lukas 1: 1 dan Kis 1: 1).  Theopilus adalah orang terkemuka sebab  ia bergelar orang yang mulia, yang diberikan kepada wali negeri orang Roma di Yudea.  Ia sudah mengetahui sedikit banyak tentang orag-orang yang percaya kepada Yesus, sehingga Lukas ingin memberi dia keterangan yang lebih tepat tentang iman kristen yang harus dipercaya.
Kisah para rasul menggambarkan bagaimana Allah bekerja dan memberikan suatu harapan pada orang yang percaya tentang bagaimana  dan apa, yang harus dilakukan pengikut Yesus setelah Yesus mati dan bangkit dari kematian yang naik ke sorga kepada Allah Bapa. Setelah Yesus naik ke surga, Yesus tidak lagi bersamasama dengan murid-murid-Nya yang selama di dunia tetap setia membimbing dan mengarahkan para  murid-murid-Nya. Murid Yesus harus belajar dengan mejalin hubungan yang baru dengan Tuhan Yesus, yaitu percaya dengan ucapannya dan penggenapan. Dia tidak akan membenarkan mereka berjalan tanpa bimbingannya.
Saudara seiman. Orang yang dipilih oleh Allah menjadi hamba adalah orang-orang pelaksana tugas yang mulia sebagai penyebar Firman. Karena itu hendaknya sebagai hamba Tuhan haruslah hidup dalam Firman Tuhan. Dalam Nats ini Petrus adalah orang yang sangat dekat dengan Tuhan Yesus selama Yesus berada di dunia dan boleh dikatakan Petrus adalah teman yang setia bagi Yesus “lepas dari pengingkarannya”. Dia tampil mengarahkan para hamba Allah untuk setia walaupun Yesus tidak lagi bersamasama dengan mereka. Maksud dan tujuan Petrus adalah melihat kegagalan Yudas yang berhianat. Petrus mengatakan  Yudas adalah orang yang dipilih menjadi hamba Tuhan, tetapi dia mengingkar bahkan menjadi musuh dari kebenaran yang dibawa oleh Tuhan Yesus. Oleh karena keserakahannya sendiri.
Dalam situasi yang demikian sulit penduduk Yerusalem mengadakan satu usulan yaitu memilih  pengganti Yudas. Mereka mengusulkan dua nama: Yusuf yang disebut Barsabas dan juga yang bernama Yustus dan Matias ayat  23. Dalam doa dan permohonan kepada Tuhan Allah, biarlah hamba yang dipilih adalah hamba yang diberkati Tuhan Yesus. Dalam situasi yang diundi yang terpilih adalah Matias.
Saudara seiman, yang menarik dan yang harus kita pergumulkan adalah bukan semata dalam proses pemilihan hamba atau bagaimana cara pemilihannya dan siapa yang menjadi pemenang yang harus diperhatikan adalah:
- Tugas sebagai hamba Allah. Untuk menyatukan dan bersaksi tentang mujijat dan kebesaran Tuhan Yesus, yang maha adil maha kasih dan penyayang.
- Untuk menjadi kerukunan jemaat Tuhan dan hidup saling berdampingan dan satu tujuan yang mulia yaitu menjadi umat Tuhan yang setia.
- Menjadi gembala (parmahan) yang tidak membiarkan para dombannya tersesat dan jatuh ke dalam maut yang membahayakan para domba Allah.
Sekarang kita adalah gembala jemaat Tuhan masa kini yang dipilih dan dipanggil untuk melayani pekerjaan Tuhan. Bukan lagi hanya “Parhalado” sebagai pelayan. Tetapi semua jemaat Kristen yang percaya kepada Yesus dipilih untuk menjadi saksi, bekerja dalam bimbingan Tuhan. Kita diajak melalui nats ini dalam tugas masing-masing: “Parhalado” baik dia bekerja sebagai parhalado, jemaat juga bekerja dalam iman untuk bersaksi Tuhan adalah maha kuasa.
Dengan melihat tugas kita masing-masing sebagai pelayan Tuhan kita tidak lagi larut dalam bayang-banyang ketakutan karena Tuhan telah naik ke Sorga dan meninggalkan orang percaya di dunia ini, dan kita menghadapi dunia ini yang penuh tantangan dan cobaan. Kita diingatkan; Tuhan naik ke Sorga adalah menyediakan tempat bagi kita orang yang percaya kepada-Nya. Allah akan menguatkan kita dengan turunnya Roh Kudus sebagai pelindung kita.

Renungan dan diskusi:
- Apakah yang harus saya perbuat sebagai pelayan yang dipilih oleh Tuhan?  (Aha ma na naeng patupaongku songon parhobas na dipillit Debata?               

Senin, 07 Mei 2012

KIAT MEYAKINI DOA : BAGAIMANA CARANYA?

Kotbah Kebaktian Weyk Minggu Rogate

Mazmur 98 : 1-9

Doa kepada TUHAN dapat kita ungkapkan dengan kata-kata sebagaimana kita berbicara kepada sesama kita. Tetapi kita juga dapat berdoa kepada TUHAN melalui nyanyian pujian yang kita nyanyikan bagi TUHAN. Dalam kitab MAZMUR banyak kita temukan nyanyian yang menjadi doa kepada TUHAN. Boleh dikata bahwa Nyanyian adalah doa sebab: Nyanyian bisa berisi harapan kepada TUHAN, Nyanyian bisa menjadi merupakan kesaksian atas apa yang kita imani tentang siapa TUHAN yang kita percayai. Mazmur 98 merupakan Mazmur yang berisikan pujian yang memperkenalkan pribadi TUHAN dalam bentuk nyanyian. Sehingga melalui Mazmur ini kita hendak belajar bagaimana kita MEYAKINI SETIAP DOA YANG KITA SAMPAIKAN KEPADA TUHAN dengan mengingat siapa TUHAN yang menjadi alamat doa kita.

Jemaat terkasih, mari kita menyakini doa dengan mengingat:

1.    Bahwa TUHAN yang kita kenal di dalam Yesus Kristus adalah TUHAN yang berkuasa (Ay. 1 – 2)
Dalam kehidupan sehari-hari: Jika kita memerlukan pertolongan maka kita akan pergi kepada seseorang yang pasti lebih kuat, lebih mampu dan lebih memiliki kekuasaan daripada diri kita sendiri. Boleh dapat dipastikan bahwa kita tidak pergi meminta pertolongan kepada seseorang yang lebih lemah dari diri kita.
Kita dapat menyakini doa ketika kita mengetahui dan mempercayai bahwa alamat kepada siapa kita berdoa itu adalah pribadi yang berkuasa. TUHAN kita adalah TUHAN yang telah dan akan selalu memperkenalkan kuasaNya. Alam semesta telah memperkenalkan kuasaNya, pemeliharaan atas ciptaan dan diri kita sendiri telah memperkenalkan kuasaNya. Bahkan TUHAN telah memperkenalkan kuasaNya melalui keselamatan di dalam diri Yesus Kristus. Dalam Ibrani 13:8 : “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya”, kuasaNya tetap selama-lamanya. Yakinilah doamu sebab engkau sedang memohon kepada TUHAN yang berkuasa melakukan segala perkara bahkan berkuasa melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan, Ef. 3:20.

2.    Bahwa TUHAN yang kita kenal di dalam Yesus Kristus adalah TUHAN yang setia (Ay. 3-8)
TUHAN yang menjadi alamat doa kita adalah TUHAN yang setia. Sekalipun kita tidak setia maka Dia tetap setia sebagaimana tertulis dalam II Timotius 2: 13 : “jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.” Tuhan adalah TUHAN yang setia mendengarkan doamu. Dia selalu menyendengkan telingaNya atas doamu.
Dia selalu mengingat kasih setia dan kesetiaanNya dengan mengetahui dan memberi apa yang kita butuhkan. Dia bagaikan seorang ibu yang  selalu mengingat bayinya. Yesaya menggambarkan kasih setia TUHAN seperti ini: “Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kendungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau (Yesaya 49:15). Yakinilah doa sebab TUHAN setia mendengar dan menjawab apa yang engkau doakan.

3.    Bahwa TUHAN yang kita kenal di dalam Yesus Kristus adalah RAJA (Ay. 9)
TUHAN  adalah Raja di atas segala raja dan TUHAN dari segala tuan. Dia adalah raja yang memerintah atas segala yang diciptakanNya. Dia Raja yang memerintah dengan kebenaran dan keadilan. Dia adalah Raja yang berkuasa, Dia berkuasa mengatur segalanya demi kebaikan umatNya. Oleh karena itu, yakinilah doamu sebab TUHAN yang menjadi alamat doamu adalah Raja yang memberi engkau keadilan dan kebenaran atas segala hidupmu. Dia akan membelamu ketika Engkau meminta keadilan atas orang-orang yang berlaku curang. Yakinilah doamu sebab TUHAN yang menjadi alamat doamu adalah Raja yang dapat memerintah segalanya demi kebaikanMu.

Bahan Diskusi :
1.    Apakah yang mendorong kita sebagai umatNya bernyanyi bagi Tuhan satu nyanyian baru? (Aha do na mangonjar rohanta songon huria hita mangendehon ende naimbaru sada?)
2.    Bagaimana sikap kita sebagai umat Tuhan berkantate? (Boha do sikapnta songon huria berkantate?)
3.    Mengapa gereja harus tetap berkantate saat menghadapi kesulitan, perjuangan, kesedihan? (Boasa huria ingkon menontong markantate?)

Sabtu, 14 April 2012

“Dampak Kebangkitan Kristus bagi Orang percaya”

Lukas 24 : 36 – 48

Ketakutan adalah suatu momok yang menghantui kehidupan manusia sepanjang masa. Manusia ingin membebaskan ketakutannya dengan berbagai cara, misalnya: membangun pagar tinggi agar tidak kemalingan, membuat gembok gerbang/pintu yang canggih agar tidak dirampok. Sebagai orang mencoba mengatasi rasa takutnya dengan mencari ‘orang sakti’ yang bisa memberi mereka sistem perlindungan yang ‘supra natural’, misalnya dengan jimat, susuk, dll.
Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, ketakutan yang terbesar yang dihadapi manusia adalah kematian, karena itu Yesus Kristus yang adalah Tuhan telah melakukan persoalan yang kita hadapi membuat kita/orang percaya dapat bersuka cita. Dampak kebangkitan Kristus bagi orang percaya yaitu 1). Mendatangkan Damai Sejahtera yang dapat menghilangkan berbagai Ketakutan yang menguasai hidup manusia baik anak-anak maupun orang dewasa.
Manusia yang telah berdosa tidak dapat melepaskan dirinya dari keterikatan akan dosa dan upah dosa adalah maut. Sebab itu Kristus yang telah bangkit dari Kematian telah melepaskan/membebaskan setiap orang yang percaya kepadaNya. Kebangkitan Kristus bagi orang percaya membawa dampak Pengampunan dosa. Inti dari Kabar Baik adalah manusia yang berdosa yang seharusnya mengalami hukuman maut tetapi oleh karena kuasaNya sehingga Yesus datang ke dunia dan menanggung seluruh hutang dosa sehingga mati di Salib namun bangkit pada hari yang ke III. 2). Dampak kebangkitan Krsitus membawa orang percaya mengalami pertobatan dan pengampunan akan dosa.
Maka akibat Pengampunan dosa yang telah kita terima membuat setiap orang yang percaya kepada Kristus mengalami status yang baru yaitu sehingga anak-anak Allah bahkan saksi Kristus.
Artinya kebangkitan Kristus tidak hanya untuk orang tertentu tapi bagi dunia hal inilah yang membuat kita sebagai saksi Kristus akan memberitakan kebangkitan Kristus kepada seluruh dunia dimulai dari Yerusalem (sekitar kita) sampai ke ujung Dunia. Minggu ini dikatakan Miseri Kordias Domini = Bumi penuh dengan kasih setia Tuhan artinya memulai kesediaan orang percaya yang telah ditugaskan untuk memberitakan kebangkitanNya membuat dunia mengalami pemulihan karena dipenuhi dengan kasih setia Tuhan.
Selamat Berkarya bagi kemuliaan nama Tuhan sehingga Dunia penuh dengan Kasih setiaNya. Amin.

Bahan Diskusi :
1.    Hal-hal apakah dalam hidupmu yang membuat engkau mengalami ketakutan, ragu-ragu?
2.    Sudahkah anda percaya bahwa dosamu telah dihapuskan/ditebus oleh Yesus Kristus?
3.    Sudahkah anda menerima Roh Kudus? Apakah dampak Roh Kudus dalam hidupmu?

Kamis, 09 Februari 2012

Renungan Minggu SEPTUAGESIMA, tanggal 5 Februari 2012 BERSABAR MENANTI JAWABAN TUHAN (Yesaya 40 : 21 - 31)

Menantikan sesuatu adalah pekerjaan yang dapat membosankan. Banyak orang pada akhirnya tidak mendapatkan apa-apa karena tidak sabar (tidak mau lebih lama untuk menantikan/menunggu). Bukankah hal serupa juga sering terjadi dalam kehidupan kita sebagai anak-anak Allah. Terkadang kita menjadi sangat kecewa, letih dan bimbang karena doa-doa yang kita panjatkan tidak segera di jawab oleh Allah. Kondisi seperti itu sering kali berlarut-larut, sehingga kita kehilangan gairah dalam melayani, bekerja dalam kehidupan aktifitas sesehari, tidak ada semangat lagi ketika melakukannya. Kita menjadi jenuh dan bosan dalam menanti-nantikan jawaban Tuhan. Inilah hal-hal yang kadang-kadang membuat kita sebagai orang percaya tidak setia dan tidak memiliki keteguhan didalam iman.

Oleh sebab itu melalui nats ini Yesaya menguatkan orang Israel dengan mengatakan bahwa Allah memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tidak berdaya. Hal ini juga menyadarkan kita sebagai anak-anak Allah, agar kita memiliki iman yang teguh dengan menanti-nantikan Tuhan untuk mendapatkan kekuatan baru seperti BURUNG RAJAWALI yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya tidak menjadi lesu ketika berlari dan tidak menjadi lelah ketika berjalan.

BAGAIMANA CARANYA AGAR KITA SEMAKIN MEMPERCAYAAI DAN MENGANDALKAN ALLAH?

1.    Melalui mengenal/menyadari dan mengakui manusia sangat terbatas dihadapan Allah yang tidak terbatas itu (ay. 21-26). Iman bertumbuh bukan hanya karena hidup tanpa kesulitan/masalah. Keadaan yang sangat sulit dan genting sekali pun sebenarnya menjadi sarana untuk membentuk kita beriman yang lebih kepada Tuhan. Ujian terhadap iman sangat berguna untuk membuat kita lebih dewasa dalam iman. Perbuatan dan pertolongan Tuhan yang kita terima dapat kita rasakan/lihat ketika kita dalam kesulitan bukan ketika hidup kita aman-aman saja. Sykurilah kesulitan dalam hidupmu agar kita semakin menyaksikan kuasa Tuhan yang dahsyat menolong kita.

2.    Melalui menyadari kelemahan dosa dan kejahatan dan sedia datang kehadapan Allah yang Mahakasih (ay.27-30). Dalam perjuangan hidup sesehari karena kesulitan dan situasi dapat membuat kita terpuruk jatuh kedalam dosa. Sebagai anak-anak Allah marilah kita menghargai karya Allah yang telah menyelesaikan seluruh hutang dosa dunia termasuk dosa mu di KALVARI. Ingatlah saat Yesus Kristus sebelum mati, Dia menyatakan SUDAH SELESAI (Yoh. 19:30a) yang artinya tidak ada dosa yang terlalu besar yang tidak dapat diselesaikan di KALVARI. Hal inilah yang membuat kita sebagai umat tebusan Allah dapat bertumbuh jika kita tidak BERKUBANG didalam dosa tetapi bangkit dan hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.

3.    Melalui mengkhususkan hanya mempercayai Allah saja dan tidak ada yang lain (ay. 31). Pernyataan orang-orang yang menantikan Tuhan mendapat kekuatan baru seumpa burung rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya ; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah. Artinya selama kita didunia ini tidak akan pernah berhenti perjuangan yang harus dihadapi sejak kita dilahirkan sampai  kepada akhir hidup kita . Hal yang menjadi sukacita bagi anak-anak Allah justru rintangan yang kita hadapi tidak membuat kita menjadi putus asa tetapi justru menjadi satu tantangan yang harus dihadapi  bersama kekuatanNya. Tantangan yang dihadapi anak-anak Allah membutuhkan kita untuk mendemonstrasikan kuasa Allah dalam dunia ini. Ketika kita hanya mengandalkan kuasa Allah inilah yang menjadi bukti bahwa hidup kita hanya mempercayai kuasa Allah. Karena itu saudara ku, bersabarlah dalam setiap kesulitan hidup dan nantikanlah Tuhan mendemonstrasikan kuasaNya dalam hidupmu hal ini membutuhkan komitmen yang teguh sehingga setiap rintangan yang kau hadapi dalam hidup ini dapat menjadi tantangan yang mendorong kita untuk maju bersama Allah.

ARAHKANLAH HIDUPMU KEPADA TUHAN YANG MENEBUSMU

Ev. : Mazmur 62 : 6 – 13        Ep. : Junus 3 : 1 -10

Jemaat yang dikasihi Tuhan tak terasa kita hampir mengakhiri bulan yang pertama di tahun 2012. Sebagai manusia yang memiliki keterbatasan tentunya jika kita masih bisa beraktifitas bahkan memenangkan berbagai perjuangan dalam hidup kita secara Pribadi, Keluarga bahkan Gereja secara hatopan tentu hal itu hanya karena anugrah dan kuasa Allah Sang Penebus kita melalui Tuhan Yesus Kristus. Demikianlah pengakuan Daud yang menyadari banyaknya ancaman yang dapat membinasakan hidupnya dan menyadari keterbatasannya yang tidak dapat menjamin dirinya dapat mengalahkan segala yang akan memusnahkannya, mengarahkan agar kita juga mengarahkan hidup kita kepada Tuhan yang telah menebus hidup kita. Karna itu melalui nats ini kita diajak agar mengevaluasi diri apakah kita hidup mengarahkan diri kepada Allah Sang Penebus kita.
Sebagai Pribadi, Keluarga dan Gereja yang telah ditebus oleh Kristus, maka hendaknya kita menampakkan hidup hanya mempercayai Allah saja (Ay. 6 – 9). Pernyataan mempercayai Allah saja berarti menampakkan hidup yang hanya di kuasai oleh Allah. Ini berarti ketenangan dan kenyamanan dalam hidupnya hanya ada pada Allah. Dalam perjuangan hidup di dunia ini kita patut hanya bersandar/mengandalkan kuasa Allah saja sebab Allah itu setia tidak pernah berubah, kekal, maha kuasa dan memiliki otoritas dalam hidup kita. Dunia dapat berubah, kekuasaan pribadi, atau kelompok dapat berubah sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapinya, misalnya : seseorang memiliki kuasa saat dia sedang memiliki jabatan, gelar atau kekayaan namun jika hal itu tidak lagi ada maka tidak ada lagi kekuasaannya menjadi berkurang bahkan tiada lagi. Allah adalah Pribadi yang menyatakan kasih dan kesetiaanNya yang kekal. Hal ini dapat kita lihat, sekali pun manusia telah memberontak, jatuh kedalam dosa, namun Allah yang berinisiatif melepaskan kita dari kuasa dosa dan akibatnya melalui memberikan anakNya yang Tunggal yaitu Tuhan Yesus Kristus agar kita tidak binasa (Yoh. 3 : 16) melainkan memiliki keselamatan/hidup kekal.
Sebagai Pribadi, Keluarga dan Gereja yang telah ditebus, kita harus menyadari keterbatasan dan jangan mau bersandar kepada harta yang memiliki keterbatasan (Ay. 10-11). Pemazmur menyatakan bahwa manusia ini hina dan kemuliaannya adalah kebohongan seperti angin bahkan lebih ringan dari angin. Namun manusia sering melupakan hal ini, sehingga untuk mempertahankan hidupnya dia memusnahkan sesamanya sebagaimana yang dinyatakan “manusia menjadi srigala terhadap sesamanya”. Tetapi bagi Pribadi, Keluarga dan Gereja yang telah ditebus oleh Kristus, maka ukuran ketenangan dan kenyamanan bukanlah terhadap dirinya dan kepemilikannya, artinya sekalipun kita memiliki harta yang sangat sederhana kita dapat merasakan ketenangan dan kenyamanan sebab Allah lah yang menjadi pengandalan kita  dalam hidup ini.
Sebagai Pribadi, Keluarga dan Gereja yang ditebus kita harus mengingat aturan dan hukum Allah (Ay. 12-13). Manusia sering tidak sabar menghadapi penderitaan yang diakibatkan oleh situasi dan kondisi yang dihadapinya, bahkan sering mengambil jalan pintas dan membalas kejahatan dengan kejahatan juga untuk mempertahankan hidupnya atau melakukan antisipasi terhadap serangan yang dialaminya dengan kekuatan dirinya sendiri sehingga terjatuh kedalam dosa. Tetapi bagi Pribadi, Keluarga, atau Gereja yang telah ditebus Kristus dapat bertahan didalam penganiayaan, penderitaan yang dialaminya akibat situasi dan kondisi yang tidak menyukai keberadaan kekuasaan Allah dinyatakan didalam dunia ini. Kita harus percaya bahwa Allah memiliki kekuasaan atas dunia ini sehingga Dia sendiri yang berotoritas untuk menyelamatkan orang-orang yang telah ditebusNya. Kalau pun untuk sementara kita dapat merasakan penderitaan karena kebenaran yang harus kita nyatakan dalam hidup ini, kita harus mempercayai bahwa Allah yang adalah KEBENARAN akan menyatakan hukumNya. Sekalipun dalam dunia ini kita menyaksikan bahwa banyak orang yang mengalami penderitaan untuk mempertahankan KEBENARAN tetapi sebagai Pribadi, Keluarga dan Gereja yang telah ditebus janganlah menjadi undur untuk menyatakan eksistensinya dalam dunia ini. Demikianlah Pemazmur menyakini bahwa firman Allah pasti digenapi dalam hidupnya.
Jemaat yang dikasihi Tuhan marilah sebagai Pribadi, Keluarga dan Gereja yang telah ditebus oleh Tuhan Yesus Kristus kita tidak menjadi serupa dengan dunia ini tetapi dapat tampil beda sebagai Pribadi yang telah mengalami pembaharuan didalam Kristus, kita dapat mewujudkan sebagai Pribadi, Keluarga dan Gereja yang mengarahkan diri kepada Allah sang Penebus sehingga kita dapat merasakan kehidupan yang aman dan nyaman dalam perlindungan Tuhan sekalipun ada banyak hal yang dapat membuat kita terpuruk dalam kehidupan ini. Kita juga dapat mempercayai segala keperluan hidup kita ada dalam anugrahNya sehingga tidak mengumpulkan harta dengan cara yang tidak berkenan dihadapan Allah. Demikian juga untuk keamanan dan kenyamanan masa depan kita menyerahkan kepada Allah yang memiliki otoritas dalam hidup kita sehingga tidak mempertahankan hidup dengan cara-cara dunia ini akhirnya kita tidak hidup dalam kebenaran firman Allah. Amin.