Tampilkan postingan dengan label Gr. Letare Hutabarat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gr. Letare Hutabarat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Oktober 2011

Tunjukkanlah Respons Yang Tepat terhadap Anugerah Tuhan


Menunjukkan respons yang tepat terhadap anugerah Tuhan, inilah yang diminta Firman Tuhan ini dari setiap orang percaya kepadaNya.
1.       Yesus Kristuslah Batu Penjuru dalam kehidupan kita yang dapat membuat kita bertahan hidup, berteduh di dalam Dia Juruselamat kita, yang telah berbuat banyak keajaiban yang tak terhitung harganya. Penebusan dan penyelamatan kita dari dosa dan kematian adalah perbuatan ajaib Tuhan di mata kita. Tuhan Allah sendirilah yang berperan dalam kelangsungan keajaiban itu. Tuhan Yesus sebagai batu penjuru adalah untuk pembangunan Gereja, Dialah yang menyelamatkan kita (Kis 4: 11 – 12).
2.      Tiap hari adalah anugerah Allah. “Hari” yang dimaksud disini, adalah: Menunjuk kepada hari Kebangkitan Yesus Kristus. Pada hari kebangkitanNya Tuhan Yesus dijadikan batu penjuru oleh Allah. Yesus dipilih Allah menjadi batu penjuru bagi bangunan rohani (1 Petr 1: 20; 2: 4). Kemudian pemimpin-pemimpin Yahudi sebagai tukang bangunan sangat menolak Dia bahkan membuangNya, melalui penyaliban di kayu salib (Mat 21: 38 – 42). Tuhan Allah telah memberikan hari-hari kehidupan untuk kita nikmati, hari penyelamatan dan penebusan telah kita terima sewaktu Tuhan Yesus disalibkan, kita telah diselamatkan dan kita hidup didalam Dia, maka seharusnyalah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya.
3.      Inti kesukaan hati kita, adalah: Keselamatan yang diperbuat Tuhan Yesus, yang didalamNya kita bermohon: Supaya Ia membuat hari-hari yang kita nikmati menjadi sumber kemujuran bagi kita, sukses dalam segala pekerjaan kita yang berkenan di mata Tuhan. Tetapi perlu kita ingat, bahwa kemujuran yang dimaksud disini bukanlah melambangkan kemujuran materi, tetapi berkat sorgawi, rohani yang diberikan kepada kita oleh Allah melalui Yesus Kristus sebagai batu penjuru yang hidup. Tetapi janganlah kita heran, ada hari-hari dimana kita mengalami suka atau duka, disitupun kita harus mengaku: “Inilah hari yang dijadikan Tuhan, …” ini adalah merupakan pengakuan yang benar dan tulus dari kita sebagai orang percaya kepadaNya. Tunjukkanlah respons yang tepat terhadap anugerah Tuhan....., Bersyukurlah kepadaNya, sebab Ia baik!  Bahwasannya untuk selama-lamanya kasih setiaNya. Amin.

Rabu, 28 September 2011

Dengar Dan Lakukanlah Yang Diajarkan Yesus

Saudaraku yang terkasih! Inti pengajaran Yesus di atas bukit ini, adalah: Bagaimana hidup dalam Kerajaan Allah. Yang menjadi Warga Kerajaan Sorga itu, bukanlah orang yang tinggi hati, yang merasa dirinya kaya dan benar, melainkan orang yang rendah hati, yang merasa miskin daam hatinya dan mengharapkan kasih dari Tuhan Yesus. Bukan yang merasa puas dengan hidupnya, melainkan yang menyesali dosanya. Bukan orang yang berkuasa dan berkekuatan, melainkan yang lembut hati. Bukan yang mementingkan diri sendiri, melainkan yang rindu kepada Allah serta kebenaran firmanNya. Bukan orang yang sombong dan kejam, melainkan yang menaruh kasih; bukan penipu, melainkan orang yang benar, yang suci hatinya; bukan orang yang cecok, melainkan yang suka damai; bukan orang yang suka menjajah dan menganiaya, melainkan yang teraniaya karena Tuhan Yesus. Setiap orang yang mendengar serta melakukan pengajaran Yesus disebut: Berbahagia. Masih banyak hal-hal lain yang diajarkan Yesus kepada murid-muridNya. Tetapi apa gunanya nasehat-nasehat itu jika tidak dikerjakan, hanya didengar saja? Nasehat-nasehat itu harus dikerjakan atau dilakukan, barulah kita dapat masuk ke dalam kerajaanNya.
Untuk mempermudah pemahaman kita akan maksud dan tujuan pengajaran Yesus ini, kepada kita telah diberi pengajaran tentang perumpaan dua orang yang mendirikan rumah, yaitu:
1.    Orang bijaksana mendirikan rumah di atas batu. Ketika turun hujan dan air bah menggenangi rumah itu, rumah itu tidak roboh, meskipun badai bertiup dengan dahsyatnya, karena alas rumah itu kokoh dan kuat. 
2.      Orang bodoh mendirikan rumah di atas pasir. Ketika turun hujan disertai angin bertiup dengan kencangnya dan air pasang membanjiri rumah itu, rumah itu roboh.
Saudaraku yang terkasih! Berbagai macam tantangan, pergumulan hidup yang harus kita hadapi di dunia ini seperti topan dan banjir  untuk menghancurkan, merobohkan kehidupan kita. Dalam keadaan seperti ini, kita harus mau membangun kehidupan kita di atas dasar yang kuat, yaitu: Yesus Kristus, karena Dialah Juruselamat kita. Sehebat apa pun badai itu, percayalah kepada Firman Tuhan yang kita dengar serta kita lakukan, sehingga iman percaya kita kepada Tuhan Yesus akan membuat kita tangguh, kokoh, ulet dan tidak akan runtuh. Untuk itu! Hendaklah setiap Firman Tuhan yang kita dengarkan kita lakukan, dengan demikianlah kita memperoleh keselamatan yang dijanjikanNya. Berbahagialah setiap orang yang mendengar Firman Allah serta melakukannya dengan hidup yang benar dihadapan Allah. Amin.

Marilah Kita Saling Mengasihi

Saudaraku yang terkasih! Ada syair lagu yang mengatakan: “Walau dapat berkata, semua bahasa; tapi kutiada kasih, apa gunanya. Walaupun aku bagikan semua milikku, tapi tiada kasih. Oh, tak beguna, Oh tak berguna. Kasih itu panjang sabar, Kasih itu murah hati. Tiada cemburu dan megahkan diri, tak cari untung diri sendiri. Tidak pemarah dan tidak sombong, tidak simpan salah orang lain. Nubuat dan bahasa Roh akan berhenti dan pengetahuan semua akan lenyap; tinggallah iman; pengharapan dan kasih. Tetapi yang paling besar, adalah: Kasih”. (Baca juga 1 Korint 13: 1 – 13).
KASIH, adalah merupakan suatu aspek dari 9 buah Roh seperti yang dapat kita baca dalam Kitab Galatia 5: 22 – 23, yaitu: Kasih; Sukacita; Damai sejahtera; Kesabaran; Kemurahan; Kebaikan; Kesetiaan; Kelemah-lembutan, dan Penguasaan diri. KASIH, adalah sebagai bukti kelahiran baru kita. Orang yang hidup baru pastilah menjadi pelaku kasih, tidak berbuat dosa lagi: Ini adalah suatu sikap hidup yang menunjukkan tindakan yang terus berlangsung. Setiap orang yang sungguh-sungguh dilahirkan kembali dari Allah tidak mungkin mempunyai cara hidup yang berdosa, karena Allah tidak dapat hadir dalam setiap orang yang berbuat dosa. Dosa adalah, akar penyumbat bagi kita untuk melakukan kasih. KASIH, adalah sesuatu yang harus kita kembangkan sebagai buah dari sukacita kita, baik dalam bentuk kebaikan, belaskasihan, rasa dukacita, ratapan atau dalam bentuk perdamaian, simpati, mencari kenyamanan dan kerendahan hati. Oleh karena itu, kita dinasihatkan untuk saling mengasihi, memperhatikan sesama kita dan berusaha memajukan kesejahteraan sesama. Tuhan Yesus mengatakan dalam Lukas 6: 31, “Dan bagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka”.
Saudaraku yang terkasih! Kita harus mau berusaha mengembangkan kasih Kristus. Tuhan Allah telah dahulu mengasihi kita, maka kita yang sudah mengalami kasih, pengampunan, dan pertolonganNya wajib menolong orang lain, meskipun untuk itu kita harus berkorban secara pribadi. Jikalau kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita dan kasihNya disempurnakan di dalam kita (ay. 12). Saling mengasihi, adalah syarat utama untuk hidup bersama Yesus Kristus Tuhan kita. Amin.

Senin, 27 Juni 2011

Marilah Kita Saling Mengasihi

Saudaraku yang terkasih! Ada syair lagu yang mengatakan: “Walau dapat berkata, semua bahasa; tapi kutiada kasih, apa gunanya. Walaupun aku bagikan semua milikku, tapi tiada kasih. Oh, tak beguna, Oh tak berguna. Kasih itu panjang sabar, Kasih itu murah hati. Tiada cemburu dan megahkan diri, tak cari untung diri sendiri. Tidak pemarah dan tidak sombong, tidak simpan salah orang lain. Nubuat dan bahasa Roh akan berhenti dan pengetahuan semua akan lenyap; tinggallah iman; pengharapan dan kasih. Tetapi yang paling besar, adalah: Kasih”. (Baca juga 1 Korint 13: 1 – 13).
KASIH, adalah merupakan suatu aspek dari 9 buah Roh seperti yang dapat kita baca dalam Kitab Galatia 5: 22 – 23, yaitu: Kasih; Sukacita; Damai sejahtera; Kesabaran; Kemurahan; Kebaikan; Kesetiaan; Kelemah-lembutan, dan Penguasaan diri. KASIH, adalah sebagai bukti kelahiran baru kita. Orang yang hidup baru pastilah menjadi pelaku kasih, tidak berbuat dosa lagi: Ini adalah suatu sikap hidup yang menunjukkan tindakan yang terus berlangsung. Setiap orang yang sungguh-sungguh dilahirkan kembali dari Allah tidak mungkin mempunyai cara hidup yang berdosa, karena Allah tidak dapat hadir dalam setiap orang yang berbuat dosa. Dosa adalah, akar penyumbat bagi kita untuk melakukan kasih. KASIH, adalah sesuatu yang harus kita kembangkan sebagai buah dari sukacita kita, baik dalam bentuk kebaikan, belaskasihan, rasa dukacita, ratapan atau dalam bentuk perdamaian, simpati, mencari kenyamanan dan kerendahan hati. Oleh karena itu, kita dinasihatkan untuk saling mengasihi, memperhatikan sesama kita dan berusaha memajukan kesejahteraan sesama. Tuhan Yesus mengatakan dalam Lukas 6: 31, “Dan bagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka”.
Saudaraku yang terkasih! Kita harus mau berusaha mengembangkan kasih Kristus. Tuhan Allah telah dahulu mengasihi kita, maka kita yang sudah mengalami kasih, pengampunan, dan pertolonganNya wajib menolong orang lain, meskipun untuk itu kita harus berkorban secara pribadi. Jikalau kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita dan kasihNya disempurnakan di dalam kita (ay. 12). Saling mengasihi, adalah syarat utama untuk hidup bersama Yesus Kristus Tuhan kita. Amin.
letariushutabarat.blogspot.com

Minggu, 15 Mei 2011

“Percayalah kepada Kristus: Dialah Tuhan yang peduli pada kehidupan kita”


Para murid-murid Yesus telah tahu bahwa Ia telah bangkit, namun kini mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan. Sekarang Petrus ingin pergi melakukan aktifitasnya sebagai penjala ikan. Pergi memancing atau menangkap ikan, adalah sesuatu yang diperlukan karena mereka masih harus mencari nafkah untuk diri mereka dan keluarga mereka. Sekalipun mereka tidak ada niat untuk meninggalkan komitmen mereka menjadi murid Yesus. Masalahnya, “Malam itu mereka tidak menangkap apa-apa”. Mengapa gagal usaha mereka? Mereka pandai menangkap ikan dan mengetahui keadaan danau itu dan tempat ikan berada?. Apakah itu kebetulan saja? Tidak. Tetapi ada di dalamnya rencana Tuhan. Rencana Tuhan ini juga akan kita rasakan bersama pada perayaan Jubileum 150 tahun HKBP ini. Marilah kita renungkan bersama:
1.    Tuhan Yesus ingin mengajar murid-muridNya: Yesus sendirilah yang berkuasa atas kelangsungan  masa depan murid-muridNya. Sebelum Tuhan Yesus membuat yang terbaik bagi mereka, Ia pun bertanya: “Adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" lalu mereka menjawab: "Tidak ada." Yesus tahu kegagalan mereka, sekarang Ia menyuruh mereka untuk menyebarkan jala disebelah kanan perahu. Sangat penting untuk menerima bimbingan dari Tuhan dalam segala pekerjaan kita. Jikalau kita hidup tanpa kehadiran Kristus serta tuntunan tanganNya, maka sebagian besar pekerjaan kita akan merupakan kegagalan dan usaha yang sia-sia.
2.    Keterbukan kepada Yesus sangatlah menentukan apa yang diperbuat bagi kita, tetapi kita jangan lupa, jika Tuhan memberikan yang terbaik bagi kita, janganlah kita menutup diri. Kita akan sama seperti murid-murid yang telah merespons apa yang diperintahkan Yesus, yaitu menebarkan jala, sehingga mendapat ikan yang tidak dapat di tarik karena banyaknya mereka dapat. Melihat keadaan seperti ini mereka pun mengaku, bahwa yang hadir di tengah-tengah mereka, adalah: Tuhan Yesus. Orang yang mendapat berkat Tuhan, tidak langsung membungkus atau menganggap miliknya sendiri. Tetapi lebih dahulu melakukan apa yang diperintahkan Yesus, yaitu: "Makan bersama dengan Yesus” sebab Yesus telah mempersiapkan roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu.
3.    Saudaraku yang terkasih! Hari ini kita sedang merayakan Jubileum 150 tahun HKBP di tingkat Jemaat HKBP Sukajadi ini. Kita sedang diingatkan Firman Tuhan ini, bahwa segala usaha dan pekerjaan kita dapat gagal kalau tidak kita lakukan sesuai dengan perintah Tuhan Yesus. Tidak semuanya pekerjaan kita akan berhasil, tetapi ada saatnya kita gagal. Disinilah kita perlu menyadari, bahwa di dalam tiap kesusahan, kerugian dan kegagalan itu pastilah Tuhan Yesus dapat mengubahnya menjadi sukacita kita, dan menggunakannya untuk mengajarkan suatu yang sangat bermanfaat bagi kita. Tuhan Yesus hadir disetiap kegagalan kita dan menjadikannya berkat. Ada kalanya Tuhan membiarkan kegagalan menimpa kita untuk mencegah kita menempuh jalan yang salah. Tetapi, jika kita lebih dahulu melakukan apa yang diperintahkan Yesus, pastilah kita berhasil mendapat berkatNya. Untuk itu! Pastikanlah dirimu percaya kepada Kristus. Dialah Tuhan yang peduli pada kehidupan kita. Amin.  

Jadilah Penabur Yang Baik Dalam Kerajaan Allah!


Saudaraku yang terkasih! Di dalam Alkitab, Tuhan Yesus menggunakan salah satu profesi manusia di dunia ini yaitu: PENABUR BENIH. Tujuannya adalah untuk memberikan pengertian kepada orang banyak tentang rahasia Kerajaan Allah melalui perumpamaan seorang penabur. Profesi petani digunakan. Ketika penabur pergi ke luar untuk bekerja, pastilah dia terlebih dahulu mempersiapkan segala peralatan dan semua perlengkapannya supaya tidak ada yang ketinggalan dan benar-benar siap untuk bekerja. Satu pertanyaan muncul dari keterangan ini, jika pergi keluar, pada awalnya penabur berada dimana? Jawaban akan mudah ditemukan, sebab dia awalnya berada dalam, di dalam rumahnya, lingkungannya. Tidak datang dari dalam, tetapi dari luar. Dari krakter penabur menunjukkan, bahwa benih mempunyai pemilik, tidak liar, pemilik yang tahu ciri kas dan jenis benih tersebut, serta bisa menanam dan merawatnya. Satu hal yang menjadi penting dikemukakan, bahwa benih tidak datang dari luar, tetapi dari dalam, dari dalam keluarga-keluarga kita, yaitu keluarga Kristen, yang telah masuk dalam Kerajaan Allah. Persoalan yang muncul, adakah keluarga atau kita penabur yang dari dalam atau orang yang dari dalam tetapi perilaku mencerminkan orang-orang dari luar? Yang kesukaannya melakukan dosa dan pelanggaran, bila masih seperti itu, rubah perilaku pribadi untuk dipersiapan menjadi penabur yang dari dalam. Bila orang-orang dari dalam kesukaannya menabur Benih Firman Allah, agar banyak orang dapat dibawa masuk dalam Kerajaan Allah.
Apa yang menjadi kesanggupan kita untuk menabur benih Firman Allah? Iman kita dan kesediaan kita dengan hati yang tulus iklas menaburkan benih itu, yaitu: Firman Allah. Kerajaan Allah itu seumpama orang yang menaburkan benih di tanah. Ada waktu yang tepat bagi dia, tidur pada malam dan bangun siang hari untuk pergi melihat bagaimana benih yang ditaburkannya. Ternyata benih itu telah mengeluarkan tunas - makin tinggi dan bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah. Mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. Pada akhirnya masak, penabur itu pun dengan segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba. Bagaimana itu terjadi, tidak diketahui oleh si penabur itu.
Sekarang waktunya menabur, banyak lahan yang tersedia untuk ditanami dengan Firman Allah, mari kita persiapkan segala perlengkapan. Semuanya kita terpanggil menjadi penabur. Hanya orang yang rajin bisa menanam benih, hasil tidak akan kelihatan dan tidak dapat dimiliki kalau tidak bekerja.
Marilah menabur dengan Yesus, karena akan dijadikan berhasil. Kita masih mempunyai kesempatan-kesempatan untuk menentukan pilihan, gunakan dengan sebaik-baiknya karena tidak ada waktu untuk menunda sebagaimana pengikut dan muridNya, sebab hasil dari pilihan itu dapat memberikan keuntungan dalam kehidupan, bukan keuntung-an duniawi tetapi keuntungan Sorgawi, karena kita telah mengetahui rahasia Kerajaan Allah, itulah membuat kita berhasil. Bila musim tuaian besar seperti ini kita inginkan, jadilah penabur yang baik dalam Kerajaan Allah. Amin.