Rabu, 28 September 2011

“Jadilah Saudara Yesus Yang Setia”

Tuhan Yesus tidak mau keluargaNya menjadi repot, panik dan bingung karena masalah yang terjadi disaat orang banyak mengatakannya sebagai kerasukan setan atau Beelzebul. Ia sangat menghargai keluargaNya, dan Yesus mau keluargaNya tetap akrab, solid, tenang menghadapi semua perkara yang sedang terjadi. Apa yang Yesus lakukan untuk keluargaNya, adalah: Contoh yang sangat baik untuk kita lakukan dalam kehidupan kita setiap hari. Kita harus menghargai keluarga kita. Ada banyak orang yang lebih menghargai harta daripada keluarganya. Ada banyak orang yang lebih menghargai uang daripada anaknya, sehingga demi uang, ia tinggalkan tanggung jawabnya sebagai Bapa dan mamak dalam kehidupan keluarga.
Marilah kita perhatikan pertanyaan Yesus ini: “Siapa ibuKu dan siapa saudara-saudaraKu?" Dengan kata lain, Yesus mau mengatakan, bahwa yang menjadi anggota keluargaNya, adalah: “Setiap orang yang melakukan kehendak Allah, dialah saudaraKu laki-laki, dialah saudaraKu perempuan, dialah ibuKu". Tuhan Yesus mau menempatkan kita menjadi bagian dari keluargaNya. Ini adalah menjadi sebuah berita yang sangat menarik bagi kita. Kalau kita melakukan kehendak Allah atau kalau kita mengerjakan Firman Allah, maka kita adalah bagian dari keluarga Kristus. Berarti kita ikut serta di dalamNya. Dialah Tuhan yang mampu menolong kita, yang memahami keadaan kita, sekaligus menjaga dan membela kita.
Menjadi keluarga Yesus dapat terlihat dari ketaatan kita melakukan kehendak Allah. Melakukan kehendak Allah Bapa, bukan persoalan berapa tahun kita menjadi Kristen. Tetapi marilah kita pahami apa yang dikatakan Yesus ini: "Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudaraKu laki-laki, dialah saudaraKu perempuan, dialah ibuKu". Artinya: Menjadi Keluarga Kristus ditentukan dari ketaatan kita melakukan kehendak Allah dan perintah-perintahNya.
Kembali Saya ingatkan: Hargai keluarga. Jangan pernah ada kata cerai dalam keluarga, jangan pernah ada bentakan, caci maki, dan kata-kata kotor dalam kehidupan keluarga. Berilah waktu dan kasih sayang untuk keluargamu. Harus ada waktu secara bersama dengan keluarga, menyatakan Kasih Tuhan, menyatakan cinta. Ada saatnya di mana seorang bapak memeluk anak-anaknya dengan hangat, berbicara tentang Tuhan bagi mereka. Sediakanlah waktu yg khusus bagi anak-anak saudara, bagi istri saudara. Seorang Istri pun juga harus menyediakan waktu khusus bagi suami dan anak-anaknya.
Ingatlah! Tuhan Yesus juga menghargai keluargaNya. Biarlah hari ini kita berkata: Tuhan, sekalipun setiap masalah tidak dapat dipisahkan dari hidupku, tetapi Saya tetap berjalan maju terus meraih janji Allah. Karena Saya tahu dan percaya bahwa Allah akan berjalan bersama Saya dan Saya akan meraih kemenangan bersama Yesus. Jadilah saudara Yesus yang setia melakukan kehendak Allah. Amin.

Dengar Dan Lakukanlah Yang Diajarkan Yesus

Saudaraku yang terkasih! Inti pengajaran Yesus di atas bukit ini, adalah: Bagaimana hidup dalam Kerajaan Allah. Yang menjadi Warga Kerajaan Sorga itu, bukanlah orang yang tinggi hati, yang merasa dirinya kaya dan benar, melainkan orang yang rendah hati, yang merasa miskin daam hatinya dan mengharapkan kasih dari Tuhan Yesus. Bukan yang merasa puas dengan hidupnya, melainkan yang menyesali dosanya. Bukan orang yang berkuasa dan berkekuatan, melainkan yang lembut hati. Bukan yang mementingkan diri sendiri, melainkan yang rindu kepada Allah serta kebenaran firmanNya. Bukan orang yang sombong dan kejam, melainkan yang menaruh kasih; bukan penipu, melainkan orang yang benar, yang suci hatinya; bukan orang yang cecok, melainkan yang suka damai; bukan orang yang suka menjajah dan menganiaya, melainkan yang teraniaya karena Tuhan Yesus. Setiap orang yang mendengar serta melakukan pengajaran Yesus disebut: Berbahagia. Masih banyak hal-hal lain yang diajarkan Yesus kepada murid-muridNya. Tetapi apa gunanya nasehat-nasehat itu jika tidak dikerjakan, hanya didengar saja? Nasehat-nasehat itu harus dikerjakan atau dilakukan, barulah kita dapat masuk ke dalam kerajaanNya.
Untuk mempermudah pemahaman kita akan maksud dan tujuan pengajaran Yesus ini, kepada kita telah diberi pengajaran tentang perumpaan dua orang yang mendirikan rumah, yaitu:
1.    Orang bijaksana mendirikan rumah di atas batu. Ketika turun hujan dan air bah menggenangi rumah itu, rumah itu tidak roboh, meskipun badai bertiup dengan dahsyatnya, karena alas rumah itu kokoh dan kuat. 
2.      Orang bodoh mendirikan rumah di atas pasir. Ketika turun hujan disertai angin bertiup dengan kencangnya dan air pasang membanjiri rumah itu, rumah itu roboh.
Saudaraku yang terkasih! Berbagai macam tantangan, pergumulan hidup yang harus kita hadapi di dunia ini seperti topan dan banjir  untuk menghancurkan, merobohkan kehidupan kita. Dalam keadaan seperti ini, kita harus mau membangun kehidupan kita di atas dasar yang kuat, yaitu: Yesus Kristus, karena Dialah Juruselamat kita. Sehebat apa pun badai itu, percayalah kepada Firman Tuhan yang kita dengar serta kita lakukan, sehingga iman percaya kita kepada Tuhan Yesus akan membuat kita tangguh, kokoh, ulet dan tidak akan runtuh. Untuk itu! Hendaklah setiap Firman Tuhan yang kita dengarkan kita lakukan, dengan demikianlah kita memperoleh keselamatan yang dijanjikanNya. Berbahagialah setiap orang yang mendengar Firman Allah serta melakukannya dengan hidup yang benar dihadapan Allah. Amin.

Marilah Kita Saling Mengasihi

Saudaraku yang terkasih! Ada syair lagu yang mengatakan: “Walau dapat berkata, semua bahasa; tapi kutiada kasih, apa gunanya. Walaupun aku bagikan semua milikku, tapi tiada kasih. Oh, tak beguna, Oh tak berguna. Kasih itu panjang sabar, Kasih itu murah hati. Tiada cemburu dan megahkan diri, tak cari untung diri sendiri. Tidak pemarah dan tidak sombong, tidak simpan salah orang lain. Nubuat dan bahasa Roh akan berhenti dan pengetahuan semua akan lenyap; tinggallah iman; pengharapan dan kasih. Tetapi yang paling besar, adalah: Kasih”. (Baca juga 1 Korint 13: 1 – 13).
KASIH, adalah merupakan suatu aspek dari 9 buah Roh seperti yang dapat kita baca dalam Kitab Galatia 5: 22 – 23, yaitu: Kasih; Sukacita; Damai sejahtera; Kesabaran; Kemurahan; Kebaikan; Kesetiaan; Kelemah-lembutan, dan Penguasaan diri. KASIH, adalah sebagai bukti kelahiran baru kita. Orang yang hidup baru pastilah menjadi pelaku kasih, tidak berbuat dosa lagi: Ini adalah suatu sikap hidup yang menunjukkan tindakan yang terus berlangsung. Setiap orang yang sungguh-sungguh dilahirkan kembali dari Allah tidak mungkin mempunyai cara hidup yang berdosa, karena Allah tidak dapat hadir dalam setiap orang yang berbuat dosa. Dosa adalah, akar penyumbat bagi kita untuk melakukan kasih. KASIH, adalah sesuatu yang harus kita kembangkan sebagai buah dari sukacita kita, baik dalam bentuk kebaikan, belaskasihan, rasa dukacita, ratapan atau dalam bentuk perdamaian, simpati, mencari kenyamanan dan kerendahan hati. Oleh karena itu, kita dinasihatkan untuk saling mengasihi, memperhatikan sesama kita dan berusaha memajukan kesejahteraan sesama. Tuhan Yesus mengatakan dalam Lukas 6: 31, “Dan bagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka”.
Saudaraku yang terkasih! Kita harus mau berusaha mengembangkan kasih Kristus. Tuhan Allah telah dahulu mengasihi kita, maka kita yang sudah mengalami kasih, pengampunan, dan pertolonganNya wajib menolong orang lain, meskipun untuk itu kita harus berkorban secara pribadi. Jikalau kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita dan kasihNya disempurnakan di dalam kita (ay. 12). Saling mengasihi, adalah syarat utama untuk hidup bersama Yesus Kristus Tuhan kita. Amin.

Jumat, 22 Juli 2011

Aku Menjadi baru Di Dalam Kristus

            Semua orang pada umumnya menyukai hal yang baru, apalagi jika itu menjadikan lebih baik, lebih sempurna daripada yang dulu. Demikian juga dengan keadaan manusia, kita ingin lebih baik, tapi kenyataannya justru yang jahat yang mencul dalam kehidupan kita, hal itu tejadi disebabkan karena kita sudah jatuh di dalam dosa, sehingga kita tidak bisa melakukan yang baik seperti yang dikatakan oleh Paulus dalam Roma 7 : 19 “Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.”
Setiap orang yang lahir didalam dunia ini ada di luar Kristus, karena semua orang telah berdosa walau belum melakukan dosa sebab kita terlahir melalui benih dosa mengakibatkan kita mempunyai kecendrungan melakukan dosa walau tidak diajari untuk berbuat dosa. Contoh ; anak kecil yang marah dapat mengucapkan kata-kata kotor bahkan bayi yang terlambat menerima asi dari ibunya dapat melakukan pemberontakan sejenak saat ibunya mau menyusuinya, baru setelah ibunya mengusap-usap wajahnya dengan belai kasih baru sibayi menyambutnya. Hal ini disebabkan manusia telah dilahirkan didalam dosa (Maz 51:7).
Bagaimana caranya seseorang berpindah dari keadaan “ada di luar Kristus” menjadi “ada di dalam Kristus”. Inilah yang dikatakan menjadi ciptaan baru, atau dilahirkan kembali. Hal ini adalah tindakan Allah yang dapat mengubahkan status kita dari berada diluar menjadi didalam Kristus. Pekerjaan ini dilakukan oleh Firman Allah dan Roh Kudus.
Seseorang yang mendengarkan Firman Allah, dapat menyadarkan dirinya dalam keberdosaan dan membuatnya membutuhkan Juruselamat dan mau datang kepada Yesus Kristus yang adalah Juruselamat sehingga dia memiliki status yang baru menjadi Anak Allah (Yoh 1:12). Ketika kita dilahirkan kembali, Allah telah melakukan transpalasi hati kepada kita supaya Tuhan bias menuliskan hukum-hukumnya yang baru pada loh-loh daging manusia 2 Kor 3:3 “Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.”
Hal ini yang membuat kita yang berada didalam Kristus mampu menuruti kehendak Allah yaitu menaati perintah-perintahNya sehingga dari sehari keseharian kita terus menuju kesempurnaan sebagai mana Kristus yang merupakan patron dalam perjalanan hidupnya. Bahkan bukan hanya dirinya yang telah berdamai dengan Allah, tetapi menjadi kerinduanNya juga sebagai Duta Kristus membawa orang lain agar diperdamaikan dalam Kristus.
Tugas sebagai orang yang telah diperbaharui didalam Kristus adalah menjadi Duta Kristus. Kasih Kristus yang menguasai hatinya membantunya tidak bisa berhenti untuk mengabarkan berita sukacita yang telah dimilikinya. Tugas pemberitaan kabar baik itu tidak tergantung kepada kemampuannya saja tapi didorong olleh kepercayaan yang diberikan Allah kepadanya menjadi Duta Kristus sehingga Allah memberkati segala kemauannya ini untuk tugas penyelenggaraan tersebut. Penulis pernah mendengar kesaksian seorang yang bisu yang bekerja sebagai tukang dalam bangunan yang telah diperlegkapi melalui pelatihan EE, menggunakan kaset yang memuat materi Injil itu diputar setiap kali dia bekerja sehingga rekan sekerjanya mendapat berita Injil itu adalah karena kemauannya yang memasang kaset itu.
Semua orang senang menjadi mitra dari pada orang yang Agung karena suatu jabatan yang dipercayakannya. Demikianlah kita, aku dan anda yang telah diperbaharui di dalam Kristus bukan lagi orang yang hina dan malang di dunia ini tetapi telah berubah menjadi Mulia bahkan menjadi Duta Allah bagi keselamatan orang-orang yang ada disekitar kita. Selamat menjadi Duta Kristus! Berpacu Dalam Mega Proyek Ilahi Sampai Maranatha!
Pdt. E. D. br. Nainggolan, STh

Senin, 27 Juni 2011

Marilah Kita Saling Mengasihi

Saudaraku yang terkasih! Ada syair lagu yang mengatakan: “Walau dapat berkata, semua bahasa; tapi kutiada kasih, apa gunanya. Walaupun aku bagikan semua milikku, tapi tiada kasih. Oh, tak beguna, Oh tak berguna. Kasih itu panjang sabar, Kasih itu murah hati. Tiada cemburu dan megahkan diri, tak cari untung diri sendiri. Tidak pemarah dan tidak sombong, tidak simpan salah orang lain. Nubuat dan bahasa Roh akan berhenti dan pengetahuan semua akan lenyap; tinggallah iman; pengharapan dan kasih. Tetapi yang paling besar, adalah: Kasih”. (Baca juga 1 Korint 13: 1 – 13).
KASIH, adalah merupakan suatu aspek dari 9 buah Roh seperti yang dapat kita baca dalam Kitab Galatia 5: 22 – 23, yaitu: Kasih; Sukacita; Damai sejahtera; Kesabaran; Kemurahan; Kebaikan; Kesetiaan; Kelemah-lembutan, dan Penguasaan diri. KASIH, adalah sebagai bukti kelahiran baru kita. Orang yang hidup baru pastilah menjadi pelaku kasih, tidak berbuat dosa lagi: Ini adalah suatu sikap hidup yang menunjukkan tindakan yang terus berlangsung. Setiap orang yang sungguh-sungguh dilahirkan kembali dari Allah tidak mungkin mempunyai cara hidup yang berdosa, karena Allah tidak dapat hadir dalam setiap orang yang berbuat dosa. Dosa adalah, akar penyumbat bagi kita untuk melakukan kasih. KASIH, adalah sesuatu yang harus kita kembangkan sebagai buah dari sukacita kita, baik dalam bentuk kebaikan, belaskasihan, rasa dukacita, ratapan atau dalam bentuk perdamaian, simpati, mencari kenyamanan dan kerendahan hati. Oleh karena itu, kita dinasihatkan untuk saling mengasihi, memperhatikan sesama kita dan berusaha memajukan kesejahteraan sesama. Tuhan Yesus mengatakan dalam Lukas 6: 31, “Dan bagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka”.
Saudaraku yang terkasih! Kita harus mau berusaha mengembangkan kasih Kristus. Tuhan Allah telah dahulu mengasihi kita, maka kita yang sudah mengalami kasih, pengampunan, dan pertolonganNya wajib menolong orang lain, meskipun untuk itu kita harus berkorban secara pribadi. Jikalau kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita dan kasihNya disempurnakan di dalam kita (ay. 12). Saling mengasihi, adalah syarat utama untuk hidup bersama Yesus Kristus Tuhan kita. Amin.
letariushutabarat.blogspot.com

Jumat, 17 Juni 2011

Apa itu EE?

EE adalah singkatan dari Evangelism Explosion dalam bahasa Indonesia di terjemahkan Ledakan Penginjilan. EE dimulai dari Pdt. Dr. James Kennedy tahun 1962 di Florida Amerika Serikat. Saat ini telah hadir di 212 negara, bahkan ada di Negara-negara yang menurut kacamata manusia sulit di tembus dengan injil seperti Negara-negara komunis dan Timur tengah.
Untuk apa ada EE?
EE hadir untuk memuliakan Allah dengan cara memperlengkapi gereja-gereja local diseluruh dunia untuk melipatgandakan melalui : PERSAHABATAN, PENGINJILAN, PEMURIDAN DAN PERTUMBUHAN GEREJA YANG SEHAT.
Persahabatan                         ==> Mencari dan selalu membangun persahabatan sebagai jembatan untuk injil kepada siapa saja, kapan saja dan dimana saja.
Penginjilan          ==> Dilakukan setelah berhasil membina persahabatan dan mengkomunikasikan injil secara pribadi dengan alami, efektif serta meminimalkan perdebatan.
Pemuridan                                ==> Orang yang baru percaya agara dapat dewasa secara rohani, bertanggungjawab dan dapat melipatgandakan imannya.
Pertumbuhan Gereja yang Sehat   ==> Demikianlah yang dilakukan gereja mula-mula, mereka bertumbuh dalam pengejaran melalui persekutuan yang harmonis.
Tujuan Pelatihan Ledakan Penginjilan (EE).
A. A. Membekali setiap orang untuk memberitakan injil secara efektif kepada seseorang yang Kristen dan yang belum Kristen.
B.  B. Menjadikan bersaksi sebagai gaya hidup.
Bersaksi bukan sekedar membawa orang ke gereja tetapi yang dimaksud adalah menyampaikan injil secara pribadi dengan mempergunakan setiap kesempatan yang Tuhan berikan untuk menceritakan injil (berita keselamatan kepada orang lain).
Mengapa setiap orang harus memberitakan injil?
1. 1. Karena perintah Yesus Kristus yang pertama dalam Markus 1 : 17 “Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." Dan perintah Kristus yang terakhir Matius 28 : 19-20 “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, ; dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
2. 2. Keselamatan hanya ada didalam Kristus dan orang-orang diluar Kristus adalah merupakan tanggungjawab orang yang sudah percaya kepada Kristus untuk menyampaikan kebenaran tersebut. Yohanes 14 : 6 “Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Dan Kisah Para Rasul 4 : 12 “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”
3. 3. Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan, member hidup dan menghidupkan. Semua akar permasalahan manusia adalah keterpisahan dengan Allah karena dosa. Sehingga injil merupakan kebutuhan utama bagi setiap orang yang terhilang, terikat, terbelenggu oleh dosa, iblis dan keinginan dunia. Roma 1 : 16 “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani”
4.  4. Penginjilan merupakan focus / inti pelayanan Kristen, bukan hanya sekedar pelayanan kasih / sosial. Banyak orang berdalih “saya bersaksi melalui cara hidup”, itu baik dan harus tetapi tidak cukup sampai disitu. Karena keyakina lain pun dapat melakukan hal yang sama, bahkan lebih baik. Sedangkan iman timbul dari pendengaran akan firman Tuhan. Jadi injil itu harus tetap diberitakan. Roma 10 : 13, 15, 17 “Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. ; Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik! ; Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”
5. 5. Keadaan dunia seperti ladang yang sudah menguning dan harus segera dituai. Ini berarti waktu dan kesempatan untuk menuai sangat terbatas. Oleh karena itu tidak bias di undur atau di tunda. Harus dikerjakan dengan segera! Demikian penginjilan merupakan kebutuhan yang mendesak (pekerjaan banyak dan waktu terbatas, dan pekerja sedikit) dan membutuhkan keterlibatan setiap orang yang berani bayar harga. Yohanes 4 : 35 “Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai”. Dan Matius 9 : 36 – 38 “Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. ; Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. ; Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”
Mengapa banyak orang Kristen tidak bersaksi?
1.  1. Beberapa dalih pada umumnya ada dalam pemahaman orang Kristen/jemaat : bersaksi adalah tugas pendeta, pelayan tahbisan gereja, saya bersaksi melalui hidup saya,  saya tidak memiliki karunia penginjilan, saya tidak mempunyai waktu.
2.   2. Takut akan tanggapan yang belum diketahui : takut gagal, dimarahi, menyinggung orang lain, ditolak, dll.
3.   3. Tidak tau bagaimana cara menginjil : dari mana memulai, mengapa, bagaimana, untuk apa, kepada siapa, dan kemana?
*karena itu kita akan diperlengkapi agar terbebas dari rasa takut sehingga dapat memberitakan injil secara efektif dan efisien bahkan memperlengkapi orang lain unuk melakukan hal-hal yang sama.


Karena itu HKBP Sukajadi akan memperlengkapi pelayan dan warga gereja untuk pelatihan EE, DOAKAN DAN IKUTLAH :

Pelatihan ini akan diadakan :

Hari/tanggal       :    Senin, 27 Juni 2011 - 15 Agustus 2011
                                   (8 kali pertemuan = 24 Sesion)
Waktu                  :    18.00 WIB – 22.00 WIB
Tempat                :     Aula HKBP Sukajadi
                                   Jl. KHA. Dahlan No. 80 Sukajadi, Pekanbaru
Kontak Person :     St. P. Panggabean (081365222638)
St. G. Hutasoit (081378770403)
Pdt. E. D. Nainggolan (081376882655)

Jumat, 10 Juni 2011

Roh Kudus Menjadikan ku SaksiNya (Kis 2 :1-8)

Jemaat yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, seringkali kita sebagai orang Kristen menganggap bahwa orang yang bersaksi hanya dilakukan oleh golongan tertentu dan cenderung dinilai secara negative, mungkin karena penyimpangan yang dilakukan oleh Sekte tertentu. Padahal Tuhan Yesus menyatakan kepada semua Pengikut Kristus adalah Saksi Kristus (Kis. 1:8). Itu sebabnya melalui Perayaan Pesta Pentakosta HKBP mengarahkan topik minggu menjadi saksi Kristus (Kis. 2:4)
Menjadi seorang saksi Kristus tentunya harus mengetahui siapa dan apa yang dilakukan Yesus Kristus di dunia ini. Itu sebabnya Tuhan Yesus menyuruh para muridNya untuk tinggal di Yerusalem sampai mereka diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi (kis. 1:4). Pesta Pentakosta dalam Gereja Perjanjian Baru adalah suatu pesta sukacita karena saat itulah Roh Kudus di curahkan sehingga saat itulah para murid Kristus dipenuhi oleh Roh Kudus.
Maka jika minggu ini gereja merayakan Pesta Pentakosta, itu berarti gereja harus terus menyaksikan Kristus sebab memang untuk itulah tugas gereja melakukan pesan amanat Agung Tuhan Yesus Kristus pada waktu Dia kembali ke surge yaitu agar semua bangsa menjadi muridNya.
Bersaksi bagi Kristus bukan suatu pilihan bagi orang Kristen, suka atau tidak suka, mau atau tidak mau dalam keadaan aman, tentram atau saat penganiayaan, sebagai orang terpelajar atau tidak terpelajar, sebagai orang kaya atau miskin, bahkan sebagai Parhalado atau jemaat biasa; artinya menjadi saksi Kristus adalah suatu tugas kepercayaan yang diberikan Kristus kepada setiap orang yang percaya (murid Kristus).
Melalui Pesta Pentakosta ini marilah kita bersukacita mengingat bahwa Roh Kudus telah diberikan kepada kita yang telah percaya kepada Tuhan Yesus Kristus agar kita memiliki keberanian untuk menyaksikan tentang siapa dan apa yang dilakukan Yesus Kristus bagi dunia ini.
Roh Kudus juga sering digambarkan sebagai lidah-lidah seperti nyala api (ay.3) karena Ia berfungsi untuk menyucikan/menguduskan kita, karena itu orang yang dipenuhi Roh Kudus menampakan perubahan hidup yang semakin menyerupai Kristus yang adalah Tuhan dan Jeruselamatnya. Karena itu sebagai orang yang telah dipenuhi Roh Kudus jangan ragu untuk menyaksikan kebesaran Allah di dalam pribadi Yesus Kristus agar bertambah bilangan orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.
Roh Kudus yang dicurahkan membawa dampak kesatuan sehingga sekalipun para Rasul/murid Tuhan Yesus yang adalah orang Galilea dapat berbicara kepada segala suku bangsa yang berhimpun di Yerusalem saat itu, hal ini membuat kita sebagai murid Tuhan Yesus yang telah dipenuhi oleh Roh Kudus dapat saling memahami dan melalui kesatuan inilah yang menjadi potensi untuk mengemban tugas Agung dari Tuhan Yesus Kristus untuk mencapai dunia ini seperti pepatah “Bersatu kita teguh, bercerai kita Runtuh”. Walaupun kita memiliki denominasi gereja, marilah kita bersatu mengemban tugas menjadi saksi Kristus yang handal. Selamat Hari Pentakosta : Berpacu dalam Mega Proyek Ilahi sampai Maranatha.