Kamis, 31 Mei 2012

“ALLAH TETAP SETIA MENDENGARKAN DOA DAN PERMOHONAN ORANG YANG PERCAYA" Kis 1: 15-26

Minggu Exaudi : Dengarlah, Tuhan, seruan yang kusampaikan.

Sama halnya dengan injil Lukkas, Buku Kisah Para rasul dipersembahkan kepada seorang yang bernama Theopilus (Lukas 1: 1 dan Kis 1: 1).  Theopilus adalah orang terkemuka sebab  ia bergelar orang yang mulia, yang diberikan kepada wali negeri orang Roma di Yudea.  Ia sudah mengetahui sedikit banyak tentang orag-orang yang percaya kepada Yesus, sehingga Lukas ingin memberi dia keterangan yang lebih tepat tentang iman kristen yang harus dipercaya.
Kisah para rasul menggambarkan bagaimana Allah bekerja dan memberikan suatu harapan pada orang yang percaya tentang bagaimana  dan apa, yang harus dilakukan pengikut Yesus setelah Yesus mati dan bangkit dari kematian yang naik ke sorga kepada Allah Bapa. Setelah Yesus naik ke surga, Yesus tidak lagi bersamasama dengan murid-murid-Nya yang selama di dunia tetap setia membimbing dan mengarahkan para  murid-murid-Nya. Murid Yesus harus belajar dengan mejalin hubungan yang baru dengan Tuhan Yesus, yaitu percaya dengan ucapannya dan penggenapan. Dia tidak akan membenarkan mereka berjalan tanpa bimbingannya.
Saudara seiman. Orang yang dipilih oleh Allah menjadi hamba adalah orang-orang pelaksana tugas yang mulia sebagai penyebar Firman. Karena itu hendaknya sebagai hamba Tuhan haruslah hidup dalam Firman Tuhan. Dalam Nats ini Petrus adalah orang yang sangat dekat dengan Tuhan Yesus selama Yesus berada di dunia dan boleh dikatakan Petrus adalah teman yang setia bagi Yesus “lepas dari pengingkarannya”. Dia tampil mengarahkan para hamba Allah untuk setia walaupun Yesus tidak lagi bersamasama dengan mereka. Maksud dan tujuan Petrus adalah melihat kegagalan Yudas yang berhianat. Petrus mengatakan  Yudas adalah orang yang dipilih menjadi hamba Tuhan, tetapi dia mengingkar bahkan menjadi musuh dari kebenaran yang dibawa oleh Tuhan Yesus. Oleh karena keserakahannya sendiri.
Dalam situasi yang demikian sulit penduduk Yerusalem mengadakan satu usulan yaitu memilih  pengganti Yudas. Mereka mengusulkan dua nama: Yusuf yang disebut Barsabas dan juga yang bernama Yustus dan Matias ayat  23. Dalam doa dan permohonan kepada Tuhan Allah, biarlah hamba yang dipilih adalah hamba yang diberkati Tuhan Yesus. Dalam situasi yang diundi yang terpilih adalah Matias.
Saudara seiman, yang menarik dan yang harus kita pergumulkan adalah bukan semata dalam proses pemilihan hamba atau bagaimana cara pemilihannya dan siapa yang menjadi pemenang yang harus diperhatikan adalah:
- Tugas sebagai hamba Allah. Untuk menyatukan dan bersaksi tentang mujijat dan kebesaran Tuhan Yesus, yang maha adil maha kasih dan penyayang.
- Untuk menjadi kerukunan jemaat Tuhan dan hidup saling berdampingan dan satu tujuan yang mulia yaitu menjadi umat Tuhan yang setia.
- Menjadi gembala (parmahan) yang tidak membiarkan para dombannya tersesat dan jatuh ke dalam maut yang membahayakan para domba Allah.
Sekarang kita adalah gembala jemaat Tuhan masa kini yang dipilih dan dipanggil untuk melayani pekerjaan Tuhan. Bukan lagi hanya “Parhalado” sebagai pelayan. Tetapi semua jemaat Kristen yang percaya kepada Yesus dipilih untuk menjadi saksi, bekerja dalam bimbingan Tuhan. Kita diajak melalui nats ini dalam tugas masing-masing: “Parhalado” baik dia bekerja sebagai parhalado, jemaat juga bekerja dalam iman untuk bersaksi Tuhan adalah maha kuasa.
Dengan melihat tugas kita masing-masing sebagai pelayan Tuhan kita tidak lagi larut dalam bayang-banyang ketakutan karena Tuhan telah naik ke Sorga dan meninggalkan orang percaya di dunia ini, dan kita menghadapi dunia ini yang penuh tantangan dan cobaan. Kita diingatkan; Tuhan naik ke Sorga adalah menyediakan tempat bagi kita orang yang percaya kepada-Nya. Allah akan menguatkan kita dengan turunnya Roh Kudus sebagai pelindung kita.

Renungan dan diskusi:
- Apakah yang harus saya perbuat sebagai pelayan yang dipilih oleh Tuhan?  (Aha ma na naeng patupaongku songon parhobas na dipillit Debata?               

Senin, 07 Mei 2012

KIAT MEYAKINI DOA : BAGAIMANA CARANYA?

Kotbah Kebaktian Weyk Minggu Rogate

Mazmur 98 : 1-9

Doa kepada TUHAN dapat kita ungkapkan dengan kata-kata sebagaimana kita berbicara kepada sesama kita. Tetapi kita juga dapat berdoa kepada TUHAN melalui nyanyian pujian yang kita nyanyikan bagi TUHAN. Dalam kitab MAZMUR banyak kita temukan nyanyian yang menjadi doa kepada TUHAN. Boleh dikata bahwa Nyanyian adalah doa sebab: Nyanyian bisa berisi harapan kepada TUHAN, Nyanyian bisa menjadi merupakan kesaksian atas apa yang kita imani tentang siapa TUHAN yang kita percayai. Mazmur 98 merupakan Mazmur yang berisikan pujian yang memperkenalkan pribadi TUHAN dalam bentuk nyanyian. Sehingga melalui Mazmur ini kita hendak belajar bagaimana kita MEYAKINI SETIAP DOA YANG KITA SAMPAIKAN KEPADA TUHAN dengan mengingat siapa TUHAN yang menjadi alamat doa kita.

Jemaat terkasih, mari kita menyakini doa dengan mengingat:

1.    Bahwa TUHAN yang kita kenal di dalam Yesus Kristus adalah TUHAN yang berkuasa (Ay. 1 – 2)
Dalam kehidupan sehari-hari: Jika kita memerlukan pertolongan maka kita akan pergi kepada seseorang yang pasti lebih kuat, lebih mampu dan lebih memiliki kekuasaan daripada diri kita sendiri. Boleh dapat dipastikan bahwa kita tidak pergi meminta pertolongan kepada seseorang yang lebih lemah dari diri kita.
Kita dapat menyakini doa ketika kita mengetahui dan mempercayai bahwa alamat kepada siapa kita berdoa itu adalah pribadi yang berkuasa. TUHAN kita adalah TUHAN yang telah dan akan selalu memperkenalkan kuasaNya. Alam semesta telah memperkenalkan kuasaNya, pemeliharaan atas ciptaan dan diri kita sendiri telah memperkenalkan kuasaNya. Bahkan TUHAN telah memperkenalkan kuasaNya melalui keselamatan di dalam diri Yesus Kristus. Dalam Ibrani 13:8 : “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya”, kuasaNya tetap selama-lamanya. Yakinilah doamu sebab engkau sedang memohon kepada TUHAN yang berkuasa melakukan segala perkara bahkan berkuasa melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan, Ef. 3:20.

2.    Bahwa TUHAN yang kita kenal di dalam Yesus Kristus adalah TUHAN yang setia (Ay. 3-8)
TUHAN yang menjadi alamat doa kita adalah TUHAN yang setia. Sekalipun kita tidak setia maka Dia tetap setia sebagaimana tertulis dalam II Timotius 2: 13 : “jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.” Tuhan adalah TUHAN yang setia mendengarkan doamu. Dia selalu menyendengkan telingaNya atas doamu.
Dia selalu mengingat kasih setia dan kesetiaanNya dengan mengetahui dan memberi apa yang kita butuhkan. Dia bagaikan seorang ibu yang  selalu mengingat bayinya. Yesaya menggambarkan kasih setia TUHAN seperti ini: “Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kendungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau (Yesaya 49:15). Yakinilah doa sebab TUHAN setia mendengar dan menjawab apa yang engkau doakan.

3.    Bahwa TUHAN yang kita kenal di dalam Yesus Kristus adalah RAJA (Ay. 9)
TUHAN  adalah Raja di atas segala raja dan TUHAN dari segala tuan. Dia adalah raja yang memerintah atas segala yang diciptakanNya. Dia Raja yang memerintah dengan kebenaran dan keadilan. Dia adalah Raja yang berkuasa, Dia berkuasa mengatur segalanya demi kebaikan umatNya. Oleh karena itu, yakinilah doamu sebab TUHAN yang menjadi alamat doamu adalah Raja yang memberi engkau keadilan dan kebenaran atas segala hidupmu. Dia akan membelamu ketika Engkau meminta keadilan atas orang-orang yang berlaku curang. Yakinilah doamu sebab TUHAN yang menjadi alamat doamu adalah Raja yang dapat memerintah segalanya demi kebaikanMu.

Bahan Diskusi :
1.    Apakah yang mendorong kita sebagai umatNya bernyanyi bagi Tuhan satu nyanyian baru? (Aha do na mangonjar rohanta songon huria hita mangendehon ende naimbaru sada?)
2.    Bagaimana sikap kita sebagai umat Tuhan berkantate? (Boha do sikapnta songon huria berkantate?)
3.    Mengapa gereja harus tetap berkantate saat menghadapi kesulitan, perjuangan, kesedihan? (Boasa huria ingkon menontong markantate?)

Sabtu, 14 April 2012

“Dampak Kebangkitan Kristus bagi Orang percaya”

Lukas 24 : 36 – 48

Ketakutan adalah suatu momok yang menghantui kehidupan manusia sepanjang masa. Manusia ingin membebaskan ketakutannya dengan berbagai cara, misalnya: membangun pagar tinggi agar tidak kemalingan, membuat gembok gerbang/pintu yang canggih agar tidak dirampok. Sebagai orang mencoba mengatasi rasa takutnya dengan mencari ‘orang sakti’ yang bisa memberi mereka sistem perlindungan yang ‘supra natural’, misalnya dengan jimat, susuk, dll.
Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, ketakutan yang terbesar yang dihadapi manusia adalah kematian, karena itu Yesus Kristus yang adalah Tuhan telah melakukan persoalan yang kita hadapi membuat kita/orang percaya dapat bersuka cita. Dampak kebangkitan Kristus bagi orang percaya yaitu 1). Mendatangkan Damai Sejahtera yang dapat menghilangkan berbagai Ketakutan yang menguasai hidup manusia baik anak-anak maupun orang dewasa.
Manusia yang telah berdosa tidak dapat melepaskan dirinya dari keterikatan akan dosa dan upah dosa adalah maut. Sebab itu Kristus yang telah bangkit dari Kematian telah melepaskan/membebaskan setiap orang yang percaya kepadaNya. Kebangkitan Kristus bagi orang percaya membawa dampak Pengampunan dosa. Inti dari Kabar Baik adalah manusia yang berdosa yang seharusnya mengalami hukuman maut tetapi oleh karena kuasaNya sehingga Yesus datang ke dunia dan menanggung seluruh hutang dosa sehingga mati di Salib namun bangkit pada hari yang ke III. 2). Dampak kebangkitan Krsitus membawa orang percaya mengalami pertobatan dan pengampunan akan dosa.
Maka akibat Pengampunan dosa yang telah kita terima membuat setiap orang yang percaya kepada Kristus mengalami status yang baru yaitu sehingga anak-anak Allah bahkan saksi Kristus.
Artinya kebangkitan Kristus tidak hanya untuk orang tertentu tapi bagi dunia hal inilah yang membuat kita sebagai saksi Kristus akan memberitakan kebangkitan Kristus kepada seluruh dunia dimulai dari Yerusalem (sekitar kita) sampai ke ujung Dunia. Minggu ini dikatakan Miseri Kordias Domini = Bumi penuh dengan kasih setia Tuhan artinya memulai kesediaan orang percaya yang telah ditugaskan untuk memberitakan kebangkitanNya membuat dunia mengalami pemulihan karena dipenuhi dengan kasih setia Tuhan.
Selamat Berkarya bagi kemuliaan nama Tuhan sehingga Dunia penuh dengan Kasih setiaNya. Amin.

Bahan Diskusi :
1.    Hal-hal apakah dalam hidupmu yang membuat engkau mengalami ketakutan, ragu-ragu?
2.    Sudahkah anda percaya bahwa dosamu telah dihapuskan/ditebus oleh Yesus Kristus?
3.    Sudahkah anda menerima Roh Kudus? Apakah dampak Roh Kudus dalam hidupmu?

Kamis, 09 Februari 2012

Renungan Minggu SEPTUAGESIMA, tanggal 5 Februari 2012 BERSABAR MENANTI JAWABAN TUHAN (Yesaya 40 : 21 - 31)

Menantikan sesuatu adalah pekerjaan yang dapat membosankan. Banyak orang pada akhirnya tidak mendapatkan apa-apa karena tidak sabar (tidak mau lebih lama untuk menantikan/menunggu). Bukankah hal serupa juga sering terjadi dalam kehidupan kita sebagai anak-anak Allah. Terkadang kita menjadi sangat kecewa, letih dan bimbang karena doa-doa yang kita panjatkan tidak segera di jawab oleh Allah. Kondisi seperti itu sering kali berlarut-larut, sehingga kita kehilangan gairah dalam melayani, bekerja dalam kehidupan aktifitas sesehari, tidak ada semangat lagi ketika melakukannya. Kita menjadi jenuh dan bosan dalam menanti-nantikan jawaban Tuhan. Inilah hal-hal yang kadang-kadang membuat kita sebagai orang percaya tidak setia dan tidak memiliki keteguhan didalam iman.

Oleh sebab itu melalui nats ini Yesaya menguatkan orang Israel dengan mengatakan bahwa Allah memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tidak berdaya. Hal ini juga menyadarkan kita sebagai anak-anak Allah, agar kita memiliki iman yang teguh dengan menanti-nantikan Tuhan untuk mendapatkan kekuatan baru seperti BURUNG RAJAWALI yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya tidak menjadi lesu ketika berlari dan tidak menjadi lelah ketika berjalan.

BAGAIMANA CARANYA AGAR KITA SEMAKIN MEMPERCAYAAI DAN MENGANDALKAN ALLAH?

1.    Melalui mengenal/menyadari dan mengakui manusia sangat terbatas dihadapan Allah yang tidak terbatas itu (ay. 21-26). Iman bertumbuh bukan hanya karena hidup tanpa kesulitan/masalah. Keadaan yang sangat sulit dan genting sekali pun sebenarnya menjadi sarana untuk membentuk kita beriman yang lebih kepada Tuhan. Ujian terhadap iman sangat berguna untuk membuat kita lebih dewasa dalam iman. Perbuatan dan pertolongan Tuhan yang kita terima dapat kita rasakan/lihat ketika kita dalam kesulitan bukan ketika hidup kita aman-aman saja. Sykurilah kesulitan dalam hidupmu agar kita semakin menyaksikan kuasa Tuhan yang dahsyat menolong kita.

2.    Melalui menyadari kelemahan dosa dan kejahatan dan sedia datang kehadapan Allah yang Mahakasih (ay.27-30). Dalam perjuangan hidup sesehari karena kesulitan dan situasi dapat membuat kita terpuruk jatuh kedalam dosa. Sebagai anak-anak Allah marilah kita menghargai karya Allah yang telah menyelesaikan seluruh hutang dosa dunia termasuk dosa mu di KALVARI. Ingatlah saat Yesus Kristus sebelum mati, Dia menyatakan SUDAH SELESAI (Yoh. 19:30a) yang artinya tidak ada dosa yang terlalu besar yang tidak dapat diselesaikan di KALVARI. Hal inilah yang membuat kita sebagai umat tebusan Allah dapat bertumbuh jika kita tidak BERKUBANG didalam dosa tetapi bangkit dan hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.

3.    Melalui mengkhususkan hanya mempercayai Allah saja dan tidak ada yang lain (ay. 31). Pernyataan orang-orang yang menantikan Tuhan mendapat kekuatan baru seumpa burung rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya ; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah. Artinya selama kita didunia ini tidak akan pernah berhenti perjuangan yang harus dihadapi sejak kita dilahirkan sampai  kepada akhir hidup kita . Hal yang menjadi sukacita bagi anak-anak Allah justru rintangan yang kita hadapi tidak membuat kita menjadi putus asa tetapi justru menjadi satu tantangan yang harus dihadapi  bersama kekuatanNya. Tantangan yang dihadapi anak-anak Allah membutuhkan kita untuk mendemonstrasikan kuasa Allah dalam dunia ini. Ketika kita hanya mengandalkan kuasa Allah inilah yang menjadi bukti bahwa hidup kita hanya mempercayai kuasa Allah. Karena itu saudara ku, bersabarlah dalam setiap kesulitan hidup dan nantikanlah Tuhan mendemonstrasikan kuasaNya dalam hidupmu hal ini membutuhkan komitmen yang teguh sehingga setiap rintangan yang kau hadapi dalam hidup ini dapat menjadi tantangan yang mendorong kita untuk maju bersama Allah.

ARAHKANLAH HIDUPMU KEPADA TUHAN YANG MENEBUSMU

Ev. : Mazmur 62 : 6 – 13        Ep. : Junus 3 : 1 -10

Jemaat yang dikasihi Tuhan tak terasa kita hampir mengakhiri bulan yang pertama di tahun 2012. Sebagai manusia yang memiliki keterbatasan tentunya jika kita masih bisa beraktifitas bahkan memenangkan berbagai perjuangan dalam hidup kita secara Pribadi, Keluarga bahkan Gereja secara hatopan tentu hal itu hanya karena anugrah dan kuasa Allah Sang Penebus kita melalui Tuhan Yesus Kristus. Demikianlah pengakuan Daud yang menyadari banyaknya ancaman yang dapat membinasakan hidupnya dan menyadari keterbatasannya yang tidak dapat menjamin dirinya dapat mengalahkan segala yang akan memusnahkannya, mengarahkan agar kita juga mengarahkan hidup kita kepada Tuhan yang telah menebus hidup kita. Karna itu melalui nats ini kita diajak agar mengevaluasi diri apakah kita hidup mengarahkan diri kepada Allah Sang Penebus kita.
Sebagai Pribadi, Keluarga dan Gereja yang telah ditebus oleh Kristus, maka hendaknya kita menampakkan hidup hanya mempercayai Allah saja (Ay. 6 – 9). Pernyataan mempercayai Allah saja berarti menampakkan hidup yang hanya di kuasai oleh Allah. Ini berarti ketenangan dan kenyamanan dalam hidupnya hanya ada pada Allah. Dalam perjuangan hidup di dunia ini kita patut hanya bersandar/mengandalkan kuasa Allah saja sebab Allah itu setia tidak pernah berubah, kekal, maha kuasa dan memiliki otoritas dalam hidup kita. Dunia dapat berubah, kekuasaan pribadi, atau kelompok dapat berubah sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapinya, misalnya : seseorang memiliki kuasa saat dia sedang memiliki jabatan, gelar atau kekayaan namun jika hal itu tidak lagi ada maka tidak ada lagi kekuasaannya menjadi berkurang bahkan tiada lagi. Allah adalah Pribadi yang menyatakan kasih dan kesetiaanNya yang kekal. Hal ini dapat kita lihat, sekali pun manusia telah memberontak, jatuh kedalam dosa, namun Allah yang berinisiatif melepaskan kita dari kuasa dosa dan akibatnya melalui memberikan anakNya yang Tunggal yaitu Tuhan Yesus Kristus agar kita tidak binasa (Yoh. 3 : 16) melainkan memiliki keselamatan/hidup kekal.
Sebagai Pribadi, Keluarga dan Gereja yang telah ditebus, kita harus menyadari keterbatasan dan jangan mau bersandar kepada harta yang memiliki keterbatasan (Ay. 10-11). Pemazmur menyatakan bahwa manusia ini hina dan kemuliaannya adalah kebohongan seperti angin bahkan lebih ringan dari angin. Namun manusia sering melupakan hal ini, sehingga untuk mempertahankan hidupnya dia memusnahkan sesamanya sebagaimana yang dinyatakan “manusia menjadi srigala terhadap sesamanya”. Tetapi bagi Pribadi, Keluarga dan Gereja yang telah ditebus oleh Kristus, maka ukuran ketenangan dan kenyamanan bukanlah terhadap dirinya dan kepemilikannya, artinya sekalipun kita memiliki harta yang sangat sederhana kita dapat merasakan ketenangan dan kenyamanan sebab Allah lah yang menjadi pengandalan kita  dalam hidup ini.
Sebagai Pribadi, Keluarga dan Gereja yang ditebus kita harus mengingat aturan dan hukum Allah (Ay. 12-13). Manusia sering tidak sabar menghadapi penderitaan yang diakibatkan oleh situasi dan kondisi yang dihadapinya, bahkan sering mengambil jalan pintas dan membalas kejahatan dengan kejahatan juga untuk mempertahankan hidupnya atau melakukan antisipasi terhadap serangan yang dialaminya dengan kekuatan dirinya sendiri sehingga terjatuh kedalam dosa. Tetapi bagi Pribadi, Keluarga, atau Gereja yang telah ditebus Kristus dapat bertahan didalam penganiayaan, penderitaan yang dialaminya akibat situasi dan kondisi yang tidak menyukai keberadaan kekuasaan Allah dinyatakan didalam dunia ini. Kita harus percaya bahwa Allah memiliki kekuasaan atas dunia ini sehingga Dia sendiri yang berotoritas untuk menyelamatkan orang-orang yang telah ditebusNya. Kalau pun untuk sementara kita dapat merasakan penderitaan karena kebenaran yang harus kita nyatakan dalam hidup ini, kita harus mempercayai bahwa Allah yang adalah KEBENARAN akan menyatakan hukumNya. Sekalipun dalam dunia ini kita menyaksikan bahwa banyak orang yang mengalami penderitaan untuk mempertahankan KEBENARAN tetapi sebagai Pribadi, Keluarga dan Gereja yang telah ditebus janganlah menjadi undur untuk menyatakan eksistensinya dalam dunia ini. Demikianlah Pemazmur menyakini bahwa firman Allah pasti digenapi dalam hidupnya.
Jemaat yang dikasihi Tuhan marilah sebagai Pribadi, Keluarga dan Gereja yang telah ditebus oleh Tuhan Yesus Kristus kita tidak menjadi serupa dengan dunia ini tetapi dapat tampil beda sebagai Pribadi yang telah mengalami pembaharuan didalam Kristus, kita dapat mewujudkan sebagai Pribadi, Keluarga dan Gereja yang mengarahkan diri kepada Allah sang Penebus sehingga kita dapat merasakan kehidupan yang aman dan nyaman dalam perlindungan Tuhan sekalipun ada banyak hal yang dapat membuat kita terpuruk dalam kehidupan ini. Kita juga dapat mempercayai segala keperluan hidup kita ada dalam anugrahNya sehingga tidak mengumpulkan harta dengan cara yang tidak berkenan dihadapan Allah. Demikian juga untuk keamanan dan kenyamanan masa depan kita menyerahkan kepada Allah yang memiliki otoritas dalam hidup kita sehingga tidak mempertahankan hidup dengan cara-cara dunia ini akhirnya kita tidak hidup dalam kebenaran firman Allah. Amin.

Jumat, 21 Oktober 2011

Renungan Minggu ke XVIII setelah Trinitatis 23 Oktober 2011


  Bagimanakah Penampakan Hidup Orang Yang Menerima Kasih Karunia Allah
Lukas 15 : 11 - 24  

 Perumpamaan anak yang hilang memiliki dimensi yang berbeda dengan perumpamaan tentang domba dan dirham (uang) yang hilang. Jika seekor domba hilang karena kebodohannya dan dirham (uang ) yang hilang karena kelalaian pemiliknya, maka anak yang hilang karena keputusannya sendiri. Perumpamaan tentang domba dan dirham (uang) yang hilang bersifat universal menggambarkan semua manusia yang hilang didunia ini, sedangkan perumpamaan tentang anak yang hilang bersifat khusus yaitu tentang umat Allah yang hilang. Namun semua yang hilang membutuhkan kasih Allah. Karena teks ini dibatasi sampai dengan ay. 24 kita tidak membicarakan siapakah yang hilang tapi kita mau melihat sikap hidup orang yang telah menerima kasih Allah. Nats ini mengajarkan bagaimana sikap Yesus yang sangat peduli dengan manusia yang hilang seperti anak bungsu yang hilang karena ketertarikkan dengan dunia ini atau anak sulung yang hilang di rumahnya sendiri yang tidak merasakan apa yang dimiliki bapaknya adalah bagiannya. Karena itu saya member tema dalam khotbah ini : Bagaimanakah Kehidupan Orang Yang Telah Menerima Kasih Karunia Allah Dalam Hidupnya?  Hal ini dapat menjadi evaluasi bagi kita apakah sungguh kita telah menerima kasih karunia Allah atau kita masih berstatus sebagai anak bungsu atau anak sulung yang terhilang.
1.      Sedia memberikan apa yang menjadi hak orang lain (ay. 11-12)
-          Orang yang telah menyadari bahwa ia hidup dari anugrah Allah maka dalam hidupnya dia akan menjadi orang yang tidak akan pernah mengambil apa yang menjadi hak orang lain melainkan dia akan selalu memberikan  apa yang menjadi hak orang lain.

2.      Jangan menghamburkan berkat yang kita peroleh dari Tuhan (ay. 13-16)
-          Orang yang menyadari bahwa apa yang ada pada dirinya adalah anugrah/pemberian dari Tuhan maka dia tidak akan pernah menghambur-hamburkan dengan berfoya-foya demi memuaskan keinginan dagingnya.
-          Hidup yang boros dan berfoya-foya akan mendatangkan kemiskinan. Tuhan menghendaki agar berkat yang diberikanNya bagi kita dipergunakan kepada apa yang baik dan demi kemuliaan Tuhan sendiri.

3.      Hiduplah di dalam sukacita karena saling menerima dengan menyadari kekurangan/kesalahan (ay.17-24)
-          Menyesali keberdosaan/kesalahan adalah sikap yang terpuji karena dengan demikian ada kemauan untuk hidup lebih baik. Pertobatan yang terus menerus mejadi kerinduan TUHAN.
-          Kehidupan dengan kemauan untuk saling menerima dengan saling mengampuni akan mmendatangkan kehangatan cinta kasih dalam pribadi, keluarga dan masyarakat.
-          Pertobatan akan membawa kita kepada status yang sebenarnya di dalam anugerah Tuhan.
Topik mingguan kita menyatakan Bangkitlah Kamu! Tuhan Yesus Kristus sedia menantikan kedatangan kamu untuk di pulihkan sebagai anak Allah. Hiduplah sebagai anak Allah yang menikmati kasih karuniaNya dengan menghargai warisan hidup kekal yang disediakanNya bagiku, bagimu, bagi setiap orang yang percaya kepada  Tuhan Yesus Kristus.

Minggu, 09 Oktober 2011

Tunjukkanlah Respons Yang Tepat terhadap Anugerah Tuhan


Menunjukkan respons yang tepat terhadap anugerah Tuhan, inilah yang diminta Firman Tuhan ini dari setiap orang percaya kepadaNya.
1.       Yesus Kristuslah Batu Penjuru dalam kehidupan kita yang dapat membuat kita bertahan hidup, berteduh di dalam Dia Juruselamat kita, yang telah berbuat banyak keajaiban yang tak terhitung harganya. Penebusan dan penyelamatan kita dari dosa dan kematian adalah perbuatan ajaib Tuhan di mata kita. Tuhan Allah sendirilah yang berperan dalam kelangsungan keajaiban itu. Tuhan Yesus sebagai batu penjuru adalah untuk pembangunan Gereja, Dialah yang menyelamatkan kita (Kis 4: 11 – 12).
2.      Tiap hari adalah anugerah Allah. “Hari” yang dimaksud disini, adalah: Menunjuk kepada hari Kebangkitan Yesus Kristus. Pada hari kebangkitanNya Tuhan Yesus dijadikan batu penjuru oleh Allah. Yesus dipilih Allah menjadi batu penjuru bagi bangunan rohani (1 Petr 1: 20; 2: 4). Kemudian pemimpin-pemimpin Yahudi sebagai tukang bangunan sangat menolak Dia bahkan membuangNya, melalui penyaliban di kayu salib (Mat 21: 38 – 42). Tuhan Allah telah memberikan hari-hari kehidupan untuk kita nikmati, hari penyelamatan dan penebusan telah kita terima sewaktu Tuhan Yesus disalibkan, kita telah diselamatkan dan kita hidup didalam Dia, maka seharusnyalah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya.
3.      Inti kesukaan hati kita, adalah: Keselamatan yang diperbuat Tuhan Yesus, yang didalamNya kita bermohon: Supaya Ia membuat hari-hari yang kita nikmati menjadi sumber kemujuran bagi kita, sukses dalam segala pekerjaan kita yang berkenan di mata Tuhan. Tetapi perlu kita ingat, bahwa kemujuran yang dimaksud disini bukanlah melambangkan kemujuran materi, tetapi berkat sorgawi, rohani yang diberikan kepada kita oleh Allah melalui Yesus Kristus sebagai batu penjuru yang hidup. Tetapi janganlah kita heran, ada hari-hari dimana kita mengalami suka atau duka, disitupun kita harus mengaku: “Inilah hari yang dijadikan Tuhan, …” ini adalah merupakan pengakuan yang benar dan tulus dari kita sebagai orang percaya kepadaNya. Tunjukkanlah respons yang tepat terhadap anugerah Tuhan....., Bersyukurlah kepadaNya, sebab Ia baik!  Bahwasannya untuk selama-lamanya kasih setiaNya. Amin.